Lanjutan...(jambi)

Suku Anak Dalam



Bagi anda yang tertarik mempelajari kehidupan suku asli Jambi, anda dapat menjelajahi Taman Nasional Bukit Dua Belas. Suku Anak Dalam, sering juga disebut Orang Rimba adalah salah satu suku asli Jambi yang hidup berpindah-pindah diwilayah hutan rimbun. Tinggal dihutan secara berkelompok dan menyebar dibeberapa kabupaten; Batanghari, Tebo, Bungo, Sarolangun dan Merangin. Mereka tinggal dalam pondok kayu berbentuk panggung dengan atap jerami atau sejenisnya dengan konstruksi bangunan sistem ikat dari bahan rotan.Sangat menarik untuk mempelajari adat istiadat, norma dan aturan suku ini dimana mereka memiliki sistem kepemimpinan yang berjenjang dimana peranan Temenggung, sebagai pimpinan tertinggi, sangat penting.Kita juga dapat melihat secara dekat bagaimana mereka hidup harmonis dengan alam.
Suku Anak Dalam percaya akan dewa-dewa roh halus yang menguasai hidup, walaupun sebagian dari mereka sudah ada yang mengenal Islam. Mereka juga memiliki pengetahuan obat-obatan yang sangat menakjubkan. Mereka mampu membedakan tumbuhan beracun dan tidak beracun termasuk mengolahnya.
Mereka hidup dengan memanfaatkan hasil hutan, berburu dan menangkap ikan. Namun seiring dengan perkembangan pengetahuan akibat adanya akulturasi budaya dengan masyarakat luar, sebagian dari mereka telah mengenal pengetahuan berkebun dan pertanian.

Candi Muaro Jambi
Keberadaan candi ini mulai teruangkap tahun 1820. Candi yang terbuat dari batu merah yang tetumpuk. Beberapa tertumpuk membentuk stupa sepertu layaknya candi Budha lainnya.

Pada komplek percandian Muaro Jambi terdapat:
* Musium Situs, merupakan gedung koleksi tempat menyimpan temuan purbakala atau situs
* Arca Prajnaparamita, Arca dalam wujud dewi ini digambarkan dalam dharma-canramudra, yaitu sikap tangan sedang memutus roda dharma. Belanga, merupakan wadah logam dengan berat 160 kg serta tinggi 0,67 meter dengan lingkar bibir berdiameter 1,06 meter
* Candi Kembar batu, Candi Kotomahligai, Candi Astano, Candi Gedang 1 dan candi Gedang

Candi kedaton
* Kolam Telago rajo Terletak di depan candi Gumpung atau sebelah Timur museum situs. Kolam ini berukuran 100 x 120 m yang selalu tergenang air dengan kedalaman 2-3 m dari permukaan tanah

* Taman Nasional Berbak, merupakan salah satu kawasan konservasi lahan basah yang penting di Asia Tenggara ini dibuktikan dengan ditunjuknya sebagai kawasan ramsar (lahan basah Internasional)

* Burung Kuau Besar Burung Kuau Besar (Great Agus Pheasant - Arguisanus Argus); adalah salah satu jenis satwa langka yang saat ini masih ada dan hidup di hutan Tanjung Katung Kecamatan maro Sebo Kabupaten Muaro Jambi

Back to menu...>>

0 komentar:

Poskan Komentar