ANCAMAN DEMOKRASI

Salah satu pilar utama demokrasi adalah adanya multi partai politik (parpol) dalam satu negara. Indonesia dengan masyarakatnya yang sangat majemuk sangat logis kalau jumlah parpol begitu banyak, bahkan dalam pemilu 2009 lalu tercatat sebanyak 44 parpol ikut pemilu legislatif, 38 di tingkat pusat dan 6 di tingkat lokal, yaitu Aceh. Mereka benar-benar memanfaatkan ruang kebebasan berserikat untuk memperjuangkan cita-cita politiknya dalam sebuah negara demokrasi.

Catatan dan kritik yang sering dimunculkan adalah mereka lebih menikmati kebebasannya namun menyepelekan kualitas dan substansi demokrasi. Salah satunya ialah untuk menjaring wakil rakyat yang benar-benar berkualitas, baik sebagai anggota legislatif maupun sebagai eksekutif, untuk memajukan bangsa dan memakmurkan rakyat. Beberapa pengamat menilai proses dan hasil pilkada maupun pemilu yang berlangsung selama ini tidak menghasilkan pemerintahan yang dijanjikan dan yang diharapkan rakyat.
Ada tiga ancaman yang mengemuka terhadap demokrasi di Indonesia. Pertama, datang dari kelompok ekstrimis-radikalis Islam yang menganggap pemerintahan produk demokrasi itu thaghut atau berhala, tidak berdasarkan ajaran Alquran. Alqur’an dan Rasulullah tidak mengajarkan pemilu. Sistem yang ada ini meniru Barat, mereka itu kafir, sehingga pemerintah produk demokrasi mesti dimusuhi karena produk pemikiran kafir, bukannya berdasarkan ajaran Islam yang murni. Gerakan ekstrimis-radikalis keagamaan ini akan mengalami eskalasi selama keadilan belum merata, koruptor masih berkeliaran, dan aparat keamaan tidak wibawa.

Kedua, kutur dan sikap feodalisme yang masih kuat di kalangan politisi dan pejabat pemerintahan. Spirit demokrasi yang menekankan sikap egaliter serta kompetisi berdasarkan kualitas individu dirusak oleh kultur perkoncoan dan kekeluargaan. Banyak pengangkatan jabatan pemerintahaan yang strategis, termasuk di lingkungan BUMN, berdasarkan kekeluargaan dan perkoncoan. Ini jelas merusak nilai dan prosedur demokratisasi yang kita dengung-dengungkan. Pengusaha dikejar-kejar membayar pajak dan memenuhi kewajibannya, namun hak-hak mereka hidup aman dan memperoleh layanan sosial buruk.

Ketiga, dan ini tidak kalah bahayanya, adalah kegagalan parpol untuk melahirkan dan mensuplai kader-kadernya yang bagus untuk mensukseskan agenda demokratisasi serta pemerintahan yang bagus. Problem ini sangat serius dan mesti menjadi keprihatinan jajaran parpol. Sekarang ini kita tak layak lagi menuntut kebebasan di Indonesia. Sampai-sampai ada komentar, Indonesia telah masuk kelompok ultra-demokrasi. Tetapi sangat disayangkan ruang kebebasan yang tersedia tidak disertai dan didukung oleh kinerja yang bagus dari tokoh-tokoh parpol, baik yang duduk di jajaran legislatif maupun eksekutif, di tingkat pusat maupun daerah.

Jika situasi birokrasi dan kultur politik yang ada berkepanjangan, maka masyarakat suatu saat tak lagi percaya pada janji-janji demokrasi. Dan sekarang suara itu sudah mulai bermunculan. Reformasi dan demokrasi menjadi ungkapan pejorative. Otonomisasi daerah mengalami distorsi dan penyimpangan dari yang dibayangkan semula. Saya sendiri ingin sekali mendengarkan apa yang ada dibenak pikiran para konseptor dan pengambil keputusan di Senayan dulu ketika mengesahkan berbagai produk undang-undang yang sekarang tengah dilaksanakan ini. Apakah ini yang mereka bayangkan? Kalau mereka merasa salah, sebaiknya dengan berbesar hati lakukan kritik di mana letak kesalahannya?

Demokrasi di Indonesia memperoleh pujian di tingkat internasional. Bahwa demokrasi terlahir dari garba umat Islam terbesar di dunia. Para intelektual muslim dan kalangan pesantren pun ikut jadi pendukung demokrasi. Hanya sekelompok kecil dari kalangan radikalis yang anti-demokrasi dan Pancasila. Namun, kalau kondisi ekonomi dan politik tidak membaik, lalu yang lebih menonjol adalah berita korupsi, pengangguran dan membengkaknya jumlah orang miskin, maka eksistensi parpol dan demokrasi akan terancam bangkrut secara moral. Orang tidak percaya pada demokrasi. Padahal sumber permasalahannya pada krisis kepemimpinan karena parpol gagal menampilkan kadernya yang terbaik untuk membangun bangsa.

Coba saja amati. Hanya sedikit bupati, walikota dan anggota DPR yang datang dari parpol yang kinerjanya bagus. Belum lagi bicara kualitas menteri. Dekade reformasi yang merupakan panggung parpol ternyata tidak seindah yang diharapkan. Parpol lebih menikmati kebebasannya untuk mendekat ke jejaring kekuasaan yang menawarkan fasilitas kelimpahan ekonomi namun kurang disertai kinerja yang bagus. Parpol seakan menjadi agen penjual tiket legalitas masuk ke panggung politik tanpa seleksi yang ketat. Yang penting siapa yang punya uang dan massa, merekalah yang akan mengisi dan meramaikan panggung demokrasi. Ini sangat dimaklumi karena banyak parpol yang baru lahir dan banyak pula politisi yang pindah-pindah partai. Mendirikan parpol baru dan mendukung pemekaran daerah merupakan lahan baru untuk mengejar kedudukan dan sumber ekonomi.
Semua ini mesti diakhiri. Ke depan parpol dituntut untuk benar-benar mengawal dan menyelamatkan demokrasi dengan menampilkan kader-kader terbaiknya. Kalau tidak, sejarah akan menacatat bahwa parpol yang merusak demokrasi dan menggagalkan reformasi.


( Komaruddin Hidayat
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah, Jakarta )

ReadmoreANCAMAN DEMOKRASI


Posted by Blogger

MAKNA HAKIKI WAKIL RAKYAT

Dalam bahasa Arab, kata wakil berarti tempat bersandar. Makanya ada nasehat, kalau kita mendapatkan problem yang sangat berat, bertawakallah pada Allah. Kata tawakkal pada Allah berarti bersandar kepada-Nya, untuk mengadukan persoalan kita agar memperoleh pertolongan dan solusi. Hasbunallah wa ni’malwakil, Allah adalah sebaik-baik wakil, tempat bersandar dan mengadu. Demikian dinyatakan dalam Al-Qur’an.
Kata wakil telah masuk ke dalam kosakata bahasa Indonesia dan memiliki posisi sangat baku, sehingga setiap jabatan strategis mesti ada wakilnya, sejak dari Presiden, Gubernur, Bupati dan bahkan rakyat sendiri memiliki wakil. Seorang yang menjadi Wapres (Wakil Presiden) berarti mesti siap dan memiliki kapasitas tempat bersandar ketika Presiden memiliki problem yang berat atau berhalangan melaksanakan tugas. Karena tempat bersandar, maka sosok seorang wakil tidak bisa sembarangan.

Memang memiliki perbedaan konotasi ketika kata “wakil” dilekatkan pada Tuhan dan pada jabatan yang diemban manusia. Tuhan adalah sebaik-baik wakil (nimalwakil) atau tempat bersandar yang bersifat absolut mengatasi kekuatan dan kekuasaan hamba-Nya. Namun begitu, ketika kata wakil dilekatkan pada manusia tetap memiliki pesan yang sama. Bahwa siapapun yang menduduki wakil harus siap dan mampu menjadi tempat sandaran bagi yang diwakili. Jadi, wakil bukan sekadar “ban serep”, bukan “hiasan dan pelengkap birokrasi”.
Yang menyedihkan adalah ketika bangsa ini melakukan seleksi anggota “wakil rakyat” sampai dengan pesta pelantikan dan melaksanakan tugas yang mesti diembannya masih terkesan mengabaikan prinsip moralitas dan kualitas. Seorang wakil rakyat mestilah memiliki kesiapan mental dan kapasitas profesional untuk menjadi tempat sandaran dan pengaduan mereka yang diwakili, yaitu rakyat. Pertanyaannya, benarkah mereka yang duduk di kursi DPR nanti adalah pribadi-pribadi yang siap dan mampu menjadi sandaran rakyat? Jawabannya cukup meragukan karena yang sekarang menjadi DPR sebagian cara memperolehnya dengan uang, bukannya karena keunggulan integritas dan keahliannya.

Makna lain dari wakil dalam tradisi Barat adalah representasi. Sebagai representasi rakyat diwakili menjadi sangat janggal kalau para anggota DPR itu tidak memahami dan memperjuangkan nasib rakyat. Lebih celaka lagi kalau rakyat hanya dieksploitasi suaranya setiap pemilu untuk melapangkan jalan bagi mereka agar memperoleh jabatan tinggi dengan gaji tinggi.
Lalu, apa pengertian rakyat. Dalam bahasa Arab, rakyat mengandung arti dua, yaitu himpunan massa yang perlu dijaga atau digembala, dan kedua, rakyat berarti tempat kembali. Jadi, tugas DPR bersama pemerintah adalah menjaga dan menggembala rakyat agar hidupnya aman dan sejahtera. Tugas itu merupakan kontrak-amanat. Kalau pemerintah dan DPR yang dilakukan adalah sebaliknya, yaitu memeras dan menyengsarakan rakyat, jelas berlawanan dengan makna dan tugas utama sebagai wakil rakyat dan pemerintah yang dalam istilah Arab disebut “arra’i” atau penggembala.

Ketika kontrak sudah berakhir, maka berlaku pengertian yang kedua, yaitu rakyat merupakan tempat kembali. Kita semua, entah anggota DPR ataupun pejabat tinggi pemerintah, berasal dari rakyat dan kembali menjadi rakyat biasa lagi. Lagi-lagi kita sering melihat kelucuan yang menyedihkan, banyak mantan anggota DPR dan pejabat tinggi pemerintah yang tidak siap berkumpul kembali dan berperilaku layaknya rakyat biasa. Padahal, rumah aslinya adalah bersama mereka itu.
Jadi, kalimat Majelis Permusyawaratan Wakil Rakyat, semuanya diambil dari bahasa Arab Al-Qur’an yang sekaligus menunjukkan kedalaman pemahaman tentang substansi keagamaan para pendiri bangsa ini yang diekspresikan dan diimplementasikan dalam teori negara modern tanpa mesti bertengkar memperjuangkan “Negara Islam”. Bagi para founding fathers, Islam lebih didekati secara substantif, bukan formal-ideologis. Oleh karenanya tepat jika dikatakan Indonesia ini sebagai “muslim country” dengan catatan nilai-nilai dan semangat Islam dilaksanakan dengan benar untuk memajukan Republik Indonesia tercinta bukan berhenti para retorika dan label.

Menarik didengarkan, beberapa kelompok radikalis-teroris berargumen bahwa Republik Indonesia yang sangat gigih memperjuangkan demokrasi sama halnya dengan pemerintahan kafir, pemerintahan thaghut atau syaitan, karena lebih menghargai kedaulatan rakyat ketimbang kedaulatan Tuhan. Pemerintah seperti ini, menurut mereka, harus dilawan dan dihancurkan karena menjadi musuh Tuhan. Siapa yang mati dalam melakukan perlawanan tergolong mati syahid, surga telah menunggu.

Pandangan di atas pasti sangat menyakitkan para pahlawan kemerdekaan dan pendiri bangsa yang telah menetapkan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama dan ruh dari empat sila lainnya dalam Pancasila. Jadi, agenda terbaik untuk membela agama, terutama Islam, yang hidup di Indonesia ini adalah dengan cara mengimplementasikan dengan baik, sehingga orang merasa lebih aman, sejahtera dan berkeadaban. Buatlah orang tertarik pada agama yang Anda peluk karena integritas dan prestasi Anda dalam memajukan masyarakat dan bangsa. Terlebih bagi mereka yang tampil sebagai anggota DPR mewakili partai yang berlabel agama, maka integritas dan prestasinya harus lebih menonjol karena mereka juga mewakili martabat agamanya. Kalau tidak, partai keagamaan tak akan lama pasti akan ditinggalkan orang.

( Komaruddin Hidayat
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah, Jakarta )

ReadmoreMAKNA HAKIKI WAKIL RAKYAT


Posted by Blogger

MENJAGA HATI

Hati, merupakan bagian diri manusia yang misterius. Karena kemisteriusannya pula penggunaannya pun seringkali sangat simbolik. Sering kita mendengar ungkapan “hatiku terluka” atau “hatiku tercabik-cabik” yang biasanya dilontarkan orang yang baru ditinggalkan orang yang dikasihinya, atau baru mendengar berita duka. Demikian pula ketika diterjemahkan ke dalam bahasa inggris, hati menjadi “heart”, yang padahal terjemahan literalnya adalah jantung. Mungkin ini menunjukkan bahwa hati yang seringkali disebutkan dalam konteks ungkapan seperti di atas tadi adalah bagian yang vital bagi hidup manusia seperti vitalnya fungsi jantung bagi kita. Karenanya menjaganya menjadi sebuah keniscayaan bagi mereka yang ingin menjaga hidup dan kehidupan.

Sedemikian pentingnya hati, maka meskipun dalam berkomunikasi kita melibatkan telinga, mulut, pikiran, mata dan tangan, tapi untuk meminta agar komunikasi berjalan dua arah, maka ungkapan yang dikeluarkan adalah “mohon per-hati-an” dan bukan “mohon per-telinga-an”. Atau kita perhatikan ungkapan-ungkapan lain yang sifatnya meminta, menyarankan seperti “Harap diper-hati-kan!” atau “Hati-hati dijalan.”

Kita tidak tahu siapa orang pertama yang membawa istilah “hati” ini menjadi khazanah bahasa Indonesia dan dalam komunikasi harian. Dalam bahasa Inggris dan Arab, terdapat beragam kata yang serumpun dengan kata “hati”, yang semuanya berkaitan dengan sikap batin, yang selalu ingin mendapatkan rasa damai, kasih, sadar, tulus, dan peduli serta cinta. Ketika kita bingung memutuskan suatu perkara, dianjurkan agar mendengarkan “hati nurani” atau “suara hati”. Ketika hendak memilih pasangan hidup, orang tua selalu pesan, “Sing ati-ati milih konco urip kanggo sak lawase”. Yang hati-hati memilih teman hidup untuk selamanya. Demikian vitalnya peran hati sehingga Nabi Muhammad bersabda, siapapun yang hatinya baik, maka baiklah semua perilakunya. Dan siapa yang hatinya sakit, maka sakitlah semua amalnya. Jadi, betapa sentralnya peran “hati” dalam kehidupan sehari-hari, karena dari situlah terpancar energi kebaikan dan keburukan, dorongan ke arah kemuliaan atau kenistaan.

Karena suara hati selalu mengajak pada kebaikan, maka orang yang bijak mesti mendengarkan kata hatinya sebelum berbicara dan bertindak. Hati nurani adalah guru, pembimbing dan konsultan yang tidak mau berbohong. Terlebih jika hati ini selalu diterangi dan ditambah energi ilahi, maka akan semakin kuat dan jelas petuahnya agar kita berada di jalan yang benar, yang baik, dan ingin menggembirakan sesama.

Salah satu fungsi ibadah dan puasa adalah untuk membersihkan kotoran-kotoran agar tidak mengeras dan berkarat sehingga menutupi masuknya cahaya ilahi untuk menerangi relung hati. Kalau sudah tertutup maka suara hati nurani bisa kalah, suaranya lemah, perintahnya tidak wibawa. Yang cenderung terjadi, seseorang lalu begitu rentan dipengaruhi dan dikendalikan oleh nafsu rendahan yang hanya mengejar kenikmatan fisik, dengan mengurbankan kebahagiaan moral-spiritual. Kenikmatan fisik durasinya pendek, dan semakin tua usia seseorang, maka semakin mengecil kenikmatan fisik yang bisa diraih. Ketika kesehatan kian menurun, berbagai macam penyakit berdatangan, satu-satu kenikmatan fisik menyatakan “selamat jalan”. Dulu ketika masih berstatus mahasiswa ingin makan enak tidak punya uang, setelah tua punya jabatan tinggi dan uang berlebih tidak boleh makan enak. Sungguh, kalau saja direnungkan betapa singkatnya kenikmatan dunia melayani dan memanjakan kita.

Tetapi mereka yang hatinya selalu berjaga, selalu aktif dan senantiasa disirami dengan energi cahaya ilahi, maka semakin tua usia seseorang hatinya justeru semakin sehat, semakin lapang dan semakin bijak sehingga kebahagiaan yang akan diraih justeru lebih tinggi kualitasnya, yaitu kebahagiaan moral-spiritual. Jika kebahagiaan fisik didapat dengan mengumpulkan dan menumpuk materi, maka kebahagiaan moral-spiritual didapat justeru dengan banyak memberi dan berbagi pada sesama. The more You give, the more You recieve. Tak ada dermawan jatuh miskin, justeru rejekinya semakin berkah dan bertambah. Ketika memberi dengan penuh ikhlas, sesungguhnya seseorang tengah menabung dengan bunga berlipat ganda sebagaimana dijanjikan Tuhan.

Jadi, menjalani hidup mesti ”hati-hati”. Mesti didengarkan suara hati yang selalu membisikkan kebenaran, kebaikan dan kedamaian. Tentu saja pikiran harus juga digunakan, namun mesti didampingi dengan hati. Tanpa didampingi hati nurani, kecerdasan yang berdampingan dengan nafsu serekah bisa berbuat sangat kejam, tidak mengenal belas kasih. Pikiran bertugas memecahkan problem teknis, sedangkan hati yang memberikan makna dan arah kehidupan. Misalnya, bagaimana menciptakan mobil, itu tugas pikiran yang kemudian dibantu ketrampilan tangan. Bagaimana menciptakan telepon, itu prestasi kecerdasan nalar. Tetapi jika ditanyakan, untuk apa mobil dan telepon diciptakan, hati nurani yang mestinya menjawab. Mobil dicipta bukan untuk berperang, bukan untuk pamer, bukan untuk menaikkan gengsi, tetapi mempermudah silaturahmi, mempermudah cari nafkah, mempermudah anak-anak berangkat sekolah yang semua itu bermuara agar hidup ini semakin berkualitas dan bermakna baik di hadapan manusia maupun Tuhan.

Sadar bahwa yang dimohon adalah per-hati-annya, maka mestinya yang diberikan adalah hati. Menyadari agar semua tugas harus dilaksanakan dengan hati-hati – ingat kata “hati” sampai diulang dua kali - maka ketika melaksanakn tugas juga harus sepenuh hati. Lagi-lagi, betapa dalam dan bijaknya orangtua yang menyelipkan kata “hati” dalam bahasa Indonesia. Saya belum tahu, apakah bahasa lain memiliki wisdom seindah itu?

Bagaimana bekerja dengan menghadirkan hati? Contoh paling mudah dan nyata adalah sewaktu berdoa. Ketika berdoa, yang mesti hadir dan berbicara adalah hatinya. Peran mulut hanyalah membantu agar hati fokus dalam berdoa. Jadi, ketika yang berdoa hanya mulut, meski hafal dan keras, tetapi hatinya absen, maka itu bukanlah berdoa, melainkan hanya melafalkan kalimat doa. Ketika sembahyang hatinya tidak hadir dan fokus pada Tuhan, secara ekstrim itu bukanlah sembahyang, melainkan olahraga menyerupai gerak sembahyang.

Saya sendiri sering merenung, mengapa ada buku yang usianya sudah puluhan dan ratusan masih terasa segar dan menyegarkan ketika dibaca? Tapi ada buku yang terasa hambar ketika dibaca? Konon katanya, ada orang yang ketika menulis buku disertai kehadiran, ketulusan dan kecerdasan hati. Dari lubuk hati terdalam mereka ingin berbagi cinta dan ilmu dengan pembacanya. Bahkan ada yang mensucikan diri ketika dalam proses penulisan. Mungkin karya-karya tulis semacam itu yang memang ditulis dari hati dan akan memperoleh respons dari hati pembacanya. Mari kita ber hati-hati menjaga hati.

( Komaruddin Hidayat
Rektor Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah, Jakarta )

ReadmoreMENJAGA HATI


Posted by Blogger

TIPS MENEMUKAN KEKASIH

Sulit menemukan kekasih di tengah ulah dunia yang sarat jejaring sosial? Kata pepatah, dunia tidak berasa gurih, bila hidup tidak beraroma cinta.
Jangan dulu buru-buru patah arang atau menyalahkan diri sendiri karena romantisme cinta memerlukan upaya untuk menjadi sosok berdaya pikat bagi sang kekasih di seberang sana.

Dari hari ke hari, buatlah hidupmu semarak mungkin dan rayakanlah hidup sebagaimana dirimu ada, demikian salah satu nukilan tips yang ditulis Susan Jeffers dalam buku Life is Huge, Laughing, Loving and Learning from it All.
Ini bukan semata soal penampilan. Amati secara seksama romantisme sepasang suami-istri ketika Anda berkunjung ke sebuah taman kota atau bertandang ke sebuah resepsi. Ada yang bertubuh jangkung, berbadan gemuk atau langsing; ada yang berparas cantik atau kurang cantik.

Sebagai pasangan, mereka terampil menyajikan kehangatan hubungan cinta. Apakah Anda memiliki kedalaman dan kehangatan cinta?
Jadilah pribadi yang hangat untuk diajak bersahabat. Syaratnya, punya kesehatan dan keseimbangan emosional. Untuk itu, sangat beralasan bila Anda memiliki sejumlah daftar berisi teman dekat yang benar-benar membuat hati kesengsem.

Jangan sampai Anda keduluan dengan orang lain ketika memburu si dia. Luangkan waktu agar terbuka kesempatan bagi si dia mengetahui lebih jauh siapa diri Anda sesungguhnya.
Dari pertemuan itu, Anda dapat berkaca diri dan bertanya, "Mengapa si dia sampai tertarik dan bersedia memberi cinta suatu ketika?" Dari pertemuan ke pertemuan, Anda bisa menjejak seberapa jauh cinta dan perhatiannya agar suatu ketika terjalin hubungan lebih jauh dan lebih intensif di masa depan.

Bagi perempuan, jangan sungkan melakukan pendekatan lebih dulu kepada pria pujaan hati. Banyak Romeo kerapkali menghadapi kesulitan ketika kali pertama hendak menjalin hubungan dengan sang Juliet.
Mereka merasa was-was bila inisiatifnya itu tidak memperoleh respons positif. Bagi perempuan, jangan pernah menutup diri manakala seorang pria menaruh perhatian ekstra.

Penolakan tidak serta merta ditafsirkan "dunia akan kiamat". Ketika Anda sedang melayangkan pendekatan, ketahuilah bahwa "Tidak ada yang lebih berharga dari diri saya." Jika ingin "mengintervensi" seseorang, maka baik "mengintervensi" diri sendiri lebih dulu dengan memupuk kepercayaan diri.
Cermati bahasa tubuh (body language). Banyak perempuan dan laki-laki menyukai awal jalinan hubungan dengan memperhatikan hal-hal sederhana lebih dulu. Perlu memperhatikan bahasa tubuh dari masing-masing pasangan ketika keduanya menemukan cinta.

Berhentilah "mengekor" kepada penampilan orang lain. Jadilah diri sendiri. Jauh lebih bermanfaat jika Anda mengetahui bahwa masih ada kesempatan mewujudkan penampilan diri yang autentik.
Jangan pernah ragu menaruh hati kepada seseorang. Setelah itu, bersegeralah menentukan waktu kencan. Untuk itu, pilih sendiri restoran mana yang benar-benar dapat menghanyutkan dan menyejukkan hati keduanya.

Enyahkan anggapan bahwa suatu ketika si dia pasti akan datang dengan sendirinya. Dengan mencintai seseorang, Anda dapat saling "memperkaya" diri satu sama lain.
Jangan menciptakan rasa permusuhan, baik laki-laki kepada perempuan, begitu sebaliknya. Jauh lebih bernilai jika Anda merajut hubungan harmonis kepada lawan jenis.

Permusuhan hanya akan memicu permusuhan. Jika Anda sedang berada di tengah samudera permusuhan, ambillah kaca kemudian bercerminlah, siapa diria Anda sesungguhnya.

ReadmoreTIPS MENEMUKAN KEKASIH


Posted by Blogger

KIAT MENCEGAH MIGRAIN

Sakit kepala akibat migrain memang menyakitkan, bahkan tak jarang menurunkan produktivitas penderita. Apakah sakit kepala akibat migrain bisa dicegah? Ternyata bisa, yaitu dengan menghindari pemicu yang menyebabkan sakit kepala dan mencegah sakit kepala dengan mengunakan obat-obatan.
Yang wajib diingat, tak satu pun dari kedua strategi tersebut 100% efektif menghalau sakit kepala akibat migrain. Cara terbaik dan realistis adalah mengurangi datangnya serangan sakit kepala, demikian menurut Medicinenet.com.

Pemicu migrain pada berbagai kondisi dan faktor psikologis bisa menuntun sakit kepala pada individu yang rawan terserang sakit kepala. Hanya sedikit para penderita migrain yang bisa secara jelas mengidentifikasi pemicunya, antara lain stres, gangguan tidur, puasa, hormon, cahaya terang atau menyilaukan, bau-bauan, asap rokok, keju basi, cokelat, monosodium glutamat/vetsin, nitrit, aspartam dan kafein.
Untuk sejumlah perempuan, penurunan kadar darah dari estrogen saat haid merupakan pemicu untuk serangan migrain (kadang-kadang dirujuk sebagai migrain menstruasi).

Interval antara paparan pemicu dan kejadian sakit kepala bervariasi mulai dari hitungan jam hingga dua hari. Dari terpapar menjadi pemicu tidak selalu menuntun pada kejadian sakit kepala. Sebaliknya, menghindari pemicu tidak secara lengkap mencegah sakit kepala. Respons penderita migrain berbeda terhadap pemicu yang berbeda, dan kemungkinan satu pemicu tidak akan menginduksi sakit kepala pada setiap orang yang mengalami sakit kepala akibat migrain.

Tidur dan migrain
Gangguan seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur, kualitas tidur yang kurang dan sering terbangun di malam hari dikaitkan dengan migrain dan tekanan sakit kepala. Memperbaiki pola tidur telah terbukti mengurangi datangnya sakit kepala akibat migrain. Tidur juga dilaporkan memperpendek durasi sakit kepala akibat migrain.

Puasa dan migrain
Puasa kemungkinan bisa memicu sakit kepala akibat migrain yang disebabkan oleh dirilisnya hormon terkait stres dan menurunnya gula darah. Untuk itulah, penderita migrain disarankan untuk menghindari puasa dalam waktu lama.

Cahaya terang dan migrain
Cahay terang dan stimulan berintensitas tinggi bisa menyebabkan sakit kepala pada subyek yang sehat demikian juga halnya pada sakit kepala akibat migrain. Namun penderita migrain umumnya memiliki ambang batas yang lebih rendah terkena sakit kepala saat terpapar cahaya yang menyebabkan sakit kepala. Cahaya matahari, televisi, kelebatan sinar dilaporkan menjadi pemicu sakit kepala akibat migrain.

Kafein dan migrain
Kafein terkandung dalam sejumlah makanan, seperti kola, teh, cokelat, kopi dan analgesik yang dijual bebas. Kafein dalam dosis rendah dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi, namun kafein dosis tinggi bisa menyebabkan insomnia, kecemasan, mudah tersinggung dan sakit kepala. Penggunaan analgesik yang mengandung kafein juga menyebabkan berulangnya sakit kepala. Selain itu, seseorang yang hobi mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak lebih mudah mengalami sakit kepala berulang saat konsumsi kafein dihentikan secara mendadak.

Cokelat, anggur, tiramin, MSG, nitrit, aspartam
Cokelat dilaporkan menyebabkan sakit kepala akibat migrain, namun studi ilmiah tidak secara konsisten menunjukkan hubungan antara konsumsi cokelat dan sakit kepala. Anggur merah telah terbukti menyebabkan sakit kepala migrain pada sejumlah penderita migrain, namun tidak jelas apakah anggur juga akan menyebabkan sakit kepala migrain.

Tiramin (sebuah kimia yang ditemukan pada keju, anggur, bir, sosis kering dan acar/asinan) dapat memicu sakit kepala migrain, namun tidak ada bukti bahwa mengonsumsi makanan rendah tiramin dapat mengurangi frekuensi kejadian migrain.
Monosodium glutamat (MSG) dilaporkan menyebabkan sakit kepala, rasa panas pada wajah, berkeringat dan palpitasi saat dikonsumsi dalam dosis tinggi dan dalam kondisi perut kosong. Fenomena ini dikenal sebagai sindrom restoran China.
Nitrat dan nitrit (kimia yang ditemukan pada hot dog, ham, sosis, daging babi yang diasinkan) telah lama dilaporkan sebagai penyebab sakit kepala migrain.

Aspartam, sebuah pemanis pengganti gula yang ditemukan pada minuman dan camilan diet, juga dilaporkan memicu sakit kepala saat digunakan dalam dosis tinggi dan dalam waktu lama.
Hormon perempuan dan migrain
Sejumlah perempuan yang menderita sakit kepala migrain mengalami rasa sakit yang lebih hebat saat datangnya haid. Sementara perempuan lain mengalami migrain hanya selama periode haid. Kata “migrain menstruasi” biasanya digunakan untuk menggambarkan migrain yang terjadi pada perempuan dua hingga satu hari sebelum periode haid. Penurunan kadar estrogen saat haid tampaknya menjadi penyebab migrain menstruasi. Penurunan kadar estrogen mungkin juga jadi penyebab sakit kepala pada pengguna pil kontrasepsi pada minggu saat estrogen tidak dikonsumsi.

ReadmoreKIAT MENCEGAH MIGRAIN


Posted by Blogger

BAYI KURANG NTIDUR RAWAN OBESITAS

Jika penelitian sebelumnya menghubungkan kurang tidur dengan obesitas yang berpengaruh pada usia dewasa dan remaja, maka studi kali ini menyelidiki kaitannya dengan bayi atau usia anak yang lebih kecil.
Kualitas tidur buah hati pada tahun-tahun pertama kehidupannya ternyata memegang peranan penting bagi kesehatannya di masa depan. Tidur cukup dan berkualitas bisa mencegah anak mengalami obesitas.

Bayi, batita, hingga balita yang waktu tidurnya kurang dari 10 jam saat malam cenderung mengalami kegemukan ketika usia mereka beranjak kian dewasa nanti. Para ahli percaya kurang tidur menyebabkan hormon anak tak seimbang, sehingga berpengaruh pada nafsu makan. Mereka yang kurang tidur cenderung mudah merasa lapar.
Tim peneliti dari University of Washington dan California menyelidiki kebiasaan tidur 1000 balita. Mereka menemukan bahwa balita yang kurang tidur memiliki kemungkinan 2 kali lebih gemuk pada 5 tahun mendatang.

Lalu, bagaimana agar buah hati memiliki tidur yang berkualitas?

Hal ini tentunya tak lepas dari tanggung jawab ibu dan suami sebagai orang tua. Sebab sebuah studi yang pernah dirilis beberapa tahun silam oleh Université de Montréal mengatakan bahwa cara orang tua menidurkan anak memberi dampak langsung terhadap kualitas tidur anak.

Tindakan orang tua yang paling berpengaruh tersebut antara lain:

1. Memberi anak makanan atau minuman setelah mereka bangun. Hal ini bisa memicu mimpi buruk dan mencegah anak cepat terlelap.

2. Tidur di samping buah hati.
Ingin anak tidur lebih lelap, beri mereka ruang sendiri, dan berikan makanan pada jam-jam yang tepat sehingga proses cerna tak mengganggu kenyamanan tidurnya. Selamat malam sayang!

ReadmoreBAYI KURANG NTIDUR RAWAN OBESITAS


Posted by Blogger

Kawin massal

Kawin Massal

Salah satu adat istiadat peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya yang masih dapat disaksikan pada masyarakat Bangka adalah acara adat perkawinan. Acara ini diadakan pada hari-hari baik sesuai dengan kepercayaan masyarakat dan dinamakan musim kawin. Musim kawin adalah suatu pesta kawin massal, setelah panen lada. Di desa-desa daerah Toboali, acara ini amat populer. Biasanya 15-20 pasang pengantin, dinikahkan dalam sehari.


Ceriak Nerang
Upacara ini biasanya dilakukan setelah panen padi, sebagai puji syukur pada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberi berkah dan rezeki pada umatnya.

Back to top...>>

ReadmoreKawin massal


Posted by Blogger


Readmore


Posted by Blogger

Rebo kasan

Rebo kasan:


Upacara Rabu Kasan setiap tahun diadakan di desa Air Anyer Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka. Upacara ini merupakan tolak balak yang dilaksanakan tiap-tiap hari Rabu di bulan Syafar Tahun Hijriah.
Perkataan Rabu Kasan berasal dari kata Rabu yang terakhir (Bulan Syafar). Menurut keterangan dari beberapa orang ulama, setiap tahun Allah menurunkan bermacam-macam bala lebih kurang 3.200 macam bala ke muka bumi ini pada hari Rabu terakhir di bulan Syafar, mulai terbitnya fajar sampai siang Rabu tersebut.

Maka setiap penduduk pada hari itu hendaklah hati-hati, karena pada hari itulah yang paling mudah dan paling banyak mendapatkan bala (bahaya). Oleh sebab itu dianjurkan pada setiap penduduk yang ada berencana untuk mengerjakan pekerjaan yang berat-berat atau akan bepergian jauh sebaiknya diundurkan atau dibatalkan dulu sampai kira-kira pukul 02.00 siang, serta dianjurkan setiap penduduk pada hari itu sebaiknya berkumpul dan bersama-sama membaca do'a agar tersisih dari sekalian bala yang diturunkan Allah S.W.T pada hari itu.

Ada bermacam-macam cara dan pendapat mereka mengadakan upacara tolak bala tersebut. Pada hari biasanya diadakan di ujung / batas kampung, masyarakat pergi beramai-ramai dan berkumpul di tempat upacara serta membawa makanan-makanan dan yang penting agi adlaah ketupat lepas yaitu ketupat tolak bala dan air wafak. Yang dimaksud dengan ketupat tolak balak yaitu ketupat yang dianyam sedemikian rupa yang mudah terlepas apabila bagian ujung dan pangkal daun yang dianyam itu ditarik. Dan ketupat ini tanpa isi. Demikian juga Air Wafak yaitu air yang telah dicampur dengan air do'a wafak yang diambil dari ayat Al-Qur'an dan do'a ini ditulis di piring porselin yang putih bersih dengan tinta dawer dari Mekkah, kemudian piring yang bertulisan itu diisi dengan air bersih sampai tulisan itu terhapus dan bercampur dengan air tadi. Jika kita memerlukan lebih banyak, maka air ini boleh kita tambah sebanyak mungkin.

Upacara ini diadakan di ujung atau perbatasan kampung, di sana mereka berkumpul tua, muda, laki-laki, permepuan setiap yang hadir telah membawa makanan-makanan, dan masing-masing membawa kerupat tolak balak yang telah disediakan masing-masing keluarga. Tetapi sekarang ini telah diadakan di masjid dan yang hadir cukup para lelaki saja, terutama bagi kepala keluarga.

PRA RITUAL
1.Sehari sebelum upacara Rabu Kasan diadakan, semua penduduk telah menyiapkan segala keperluan upacara tersebut seperti ketupat tolak balak, air wafak dan makanan untuk dimakan bersama pada hari itu.

2.Tepat pada hari Rabu Kasan itu, kira-kira pukul 07.00 WIB semua penduduk yang akan mengikuti upacara telah hadir ke tempat upacara dengan membawa sedulang makanan, ketupat tolak bala sebanyak jumlah keluarga masing-masing. Setelah berkumpul semua sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan baru acara segera dimulai.

PELAKSANAAN RITUAL
1.Pertama berdirilah seorang di depan pintu masjid dan menghadap keluar lalu mengumandangkan adzan.

2.Lalu disusul dengan pembacaan do'a bersama-sama. Selesai berdo'a semua yang hadir menarik/melepaskan anyaman ketupat tolak balak yang terlah tersedia tadi, satu persatu menurut jumlah yang dibawa sambil menyebut nama keluarganya masing-masing.

3.Setelah selesai acara melepaskan anyaman ketupat tolak balak tersebut baru mereka makan.

4.Setelah makan bersama, lalu masing-masing pergi mengambil air wafak yang telah disediakan termasuk untuk semua keluarganya yang ada di rumah masing-masing.

5.Setelah selesai acara ini mereka pulang dan bersilahturahmi ke rumah tetangga/keluarganya.

6.Pada akhir-akhir ini banyak yang menggunakan kesempatan ini pada sore-sore harinya terutama bagi muda mudi mencari hiburan di Pantai Air Anyer. Bahkan sekarang ini makin banyak pengunjung yang datang dari luar kampung Air Anyer menyaksikan dan berlibur ke Pantai Air Anyer pada setiap tahun diadakan acara Upacara Rabu Kasan ini.

Back to top...>>

ReadmoreRebo kasan


Posted by Blogger

Maluku Utara

Ancaman yang ditimbulkan oleh sebuah gunung terkadang dapat melahirkan satu tradisi yang khas. Menurut Andaya (dalam Reid, 1993: 28-29), di beberapa kawasan di Asia Tenggara, termasuk di daerah Maluku Utara, gunung dianggap sebagai representasi penguasa alam. Oleh sebab itu, keberadaan gunung selalu dihormati dengan cara melakukan ritual tertentu. Sebuah gunung dianggap mewakili sosok yang mengagumkan sekaligus mengancam, sehingga diperlukan upacara penghormatan supaya keberadaannya menjamin ketentraman, keamanan, dan keberadaan masyarakat di sekitarnya. Dalam perspektif ini, Upacara Kololi Kie merupakan upaya untuk menjauhkan masyarakat Ternate dari berbagai ancaman bencana.
Upacara Adat Kololi Kie dimulai dari jembatan kesultanan (semacam pelabuhan) yang dikenal dengan nama Jembatan Dodoku Ali. Sebelum rombongan sultan dan para pembesar kerajaan menaiki perahu masing-masing, Imam Masjid Sultan Ternate yang bergelar Jou Kalem akan membacakan doa keselamatan di jembatan ini. Usai berdoa, sultan diikuti para pembesar kerajaan serta para pemimpin soa (kampung) menaiki perahu masing-masing. Perahu sultan dan para pembesar kerajaan memiliki ukuran yang lebih besar dengan bentuk menyerupai naga dan dihiasi kertas serta bendera kebesaraan kesultanan. Sementara perahu-perahu yang lebih kecil (kora-kora) dinaiki oleh para kepala soa dan masyarakat umum.
Pelayaran perahu dimulai dengan mengelililingi perahu sultan sebanyak tiga kali. Setelah itu, dipimpin oleh perahu naga yang ditumpangi sultan, iring-iringan tersebut mulai mengelilingi Pulau Ternate melalui arah utara. Untuk meramaikan suasana, tiap perahu dilengkapi dengan berbagai alat musik, seperti tifa, gong, dan fiol (alat musik gesek). Dalam perjalanan mengililingi Gunung Gamalama, rombongan perahu akan berhenti di tiga tempat untuk melakukan tabur bunga dan memanjatkan doa. Ritual ini merupakan bentuk penghormatan terhadap para leluhur kesultanan.
Selain berhenti di tiga tempat, sultan juga akan dijamu dalam upacara Joko Kaha, yaitu upacara penyambutan yang dilakukan oleh masyarakat adat di tepi Pantai Ake Rica. Setelah perahu-perahu merapat di tepi pantai, sultan dan permaisuri akan turun untuk mencuci kaki, lalu disambut secara adat oleh para tetua desa dan disuguhi berbagai hidangan lezat, seperti nasi kuning, ayam bakar, serta ikan bakar. Upacara penyambutan rombongan ini diiringi oleh alunan berbagai alat musik pukul dan gesek tradisional. Suguhan ini menggambarkan pengakuan masyarakat Ternate terhadap kebesaran sultan dan kerajaannya.
Setelah menikmati hidangan yang ada, sultan dan permaisuri beserta rombongan lainnya melanjutkan pelayaran mengelilingi Gunung Gamalama. Selama perjalanan, peserta Kololi Kie akan memperoleh sambutan meriah dari masyarakat yang menyaksikan iring-ringan perahu dari tepi pantai. Tak hanya itu, pemandangan indah laut Ternate yang tenang, pulau-pulau kecil di sekitar Ternate, serta keanggunan Gunung Gamalama tak akan mudah dilupakan oleh mereka yang mengikuti pelayaran sakral ini. Perjalanan selama kurang lebih empat jam ini kemudian berakhir dan kembali ke Jembatan Dodoku Ali.

Kololi Kie dilaksanakan dalam rangkaian acara Festival Legu Gam Moloku Kie Raha, yaitu pada bulan April menjelang ulang tahun Sultan Ternate (Sultan Mudaffar Sjah). Dalam festival ini, selain dapat mengikuti pelayaran Kololi Kie, wisatawan juga dapat menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian, karnaval budaya, pameran kerajinan, serta berbagai perlombaan tradisional khas Maluku Utara.
Pelaksanaan Upacara Kololi Kie dimulai dari Jembatan Dodoku Ali, di depan Kedaton Sultan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, Indonesia. Dari jembatan tersebut, upacara mengililingi Gunung Gamalama dimulai hingga kembali lagi ke tempat semula.

Untuk menuju Kota Ternate, wisatawan dapat menempuh perjalanan udara baik dari Ambon, Manado, Makassar, maupun dari Sorong menuju Bandara Sultan Babullah Ternate. Selain jalur udara, wisatawan juga dapat memanfaatkan pelayaran kapal-kapal Pelni dari berbagai pelabuhan di Nusantara yang merapat di Pelabuhan A. Yani Ternate. Selain pelabuhan A. Yani, ada dua pelabuhan lain di Kota Ternate yang melayani pendaratan kapal Ferry, yaitu Pelabuhan Fery serta Pelabuhan Bastiong. Dari bandara maupun pelabuhan laut, wisatawan dapat memanfaatkan angkutan kota atau taksi untuk sampai ke Jembatan Dodoku Ali atau halaman Kedaton Sultan Ternate, lokasi permulaan Upacara Adat Kololi Kie.

UPACARA ADAT HIBUALAMO:
Dilakukan untuk acara yang bersifat adat seperti pengukuhan seorang pemimpin adat. Upacara adat dimulai dengan arak-arakan keliling kota yang berakhir di Hibualamo. Pada arak-arakan ini sang pemimpin akan duduk di atas kursi kebesaran yang ditandu oleh 4-8 orang. Beragam kebudayaan daerah akan ditampilkan pada acara yang berpusat di rumah adat Hibualamo. Upacara ini biasanya diakhiri dengan acara makan bersama.

Back to menu...>>

ReadmoreMaluku Utara


Posted by Blogger

MALUKU UTARA


Maluku Utara adalah salah satu provinsi di Indonesia. Provinsi yang biasa disingkat sebagai Malut ini terdiri dari beberapa pulau di Kepulauan Maluku.
Ibukota sementara provinsi ini adalah Ternate. yaitu sebuah kelurahan di kecamatan Oba Utara, adalah ibukota definitif provinsi Maluku Utara. Rencananya setelah infrastruktur pemerintahan dan fasilitas lainnya dibangun, aktivitas pemerintahan akan dipindahkan dari Ternate ke daerah ini.




TARIAN DAERAH




1.Tarian tidetide
2.Tarian Dengedeng
3.Tarian Guma tere
4.Tarian Cakalele
5.Tarian Lelehe


ADAT ISTIADAT
Upacara Adat Kololi Kie:

Jika berkesempatan mengunjungi Kota Ternate, pulau seluas 5.681,30 km2 yang kini menjadi Ibu Kota Provinsi Maluku Utara, ada baiknya Anda menyaksikan Upacara Adat Kololi Kie. Menurut bahasa setempat, Kololi Kie memiliki arti “keliling gunung”. Jadi, upacara adat ini merupakan ritual mengelilingi sebuah gunung di Pulau Ternate, yaitu Gunung Gamalama. Gunung Gamalama merupakan gunung aktif dengan ketinggian 1.715 meter di atas permukaan laut (dpl) yang menjadi ikon pulau penghasil cengkeh ini.

Menurut situs bkpmd.malutprov.go.id, Upacara Adat Kololi Kie biasanya diadakan apabila terdapat gejala alam yang menandai bakal meletusnya Gunung Gamalama, yang dapat mengganggu ketenangan masyarakat Ternate. Namun pada perkembangannya, selain untuk menghormati keberadaan Gunung Gamalama, upacara adat ini juga menjadi ritual pihak kesultanan dalam menghormati leluhur-leluhur mereka.

Read More...>>

ReadmoreMALUKU UTARA


Posted by Blogger

Papua Barat

Umumnya masyarakat Papua hidup dalam sistem kekerabatan dengan menganut garis keturunan ayah (patrilinea). Budaya setempat berasal dari Melanesia. Penduduk asli masyarakat Papua cenderung menggunakan bahasa lokal sangat dipengaruhi oleh alam laut, hutan dan pegunungan.
Dalam perilaku sosial terdapat suatu filosofi bahwa masyarakat sangat unik, seperti yang ditunjukkan oleh budaya suku Komoro di Kabupaten Mimika, yang membuat genderang dengan darah. Dani di Kabupaten Jayawijaya, yang suka berperang, yang dalam bahasa Dani disebut Win. Budaya ini adalah warisan turun-temurun dan festival budaya yang dibuat di lembah Baliem. Ada juga rumah tradisional Honai, yang di dalamnya ada mumi yang diawetkan dengan ramuan tradisional. Terdapat tiga mummy di Wamena; Aikima Mummy 350 tahun, 300 tahun Jiwika mumi, mumi Pumo dan 250 tahun.
Di suku Marin, Kabupaten Merauke, terdapat upacara Tanam Sasi, sejenis kayu yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian upacara kematian. Sasi ditanam 40 hari setelah kematian seseorang dan akan dicabut kembali setelah 1.000 hari. Budaya Asmat dengan ukiran dan souvenir dari Asmat terkenal hingga ke mancanegara. Ukiran Asmat memiliki empat makna dan fungsi, masing-masing:

1. Melambangkan kehadiran roh nenek moyang;
2. Untuk menyatakan rasa sedih dan bahagia;
3. Sebagai lambang kepercayaan dengan motif manusia, hewan, tumbuhan dan benda-benda lain;
4. Sebagai lambang keindahan dan gambaran memori nenek moyang.
Budaya suku Imeko di kabupaten Sorong Selatan menampilkan tarian adat Imeko dengan budaya suku Maybrat dengan tarian tradisional seperti memperingati hari tertentu panen tebu, memasuki rumah baru dan lain-lain.

Agama adalah salah satu aspek terpenting dari kehidupan masyarakat di Papua dan dalam hal kerukunan antar-agama yang ada dapat menjadi contoh bagi daerah lain, mayoritas penduduk Kristen, namun demikian sejalan dengan kelancaran transportasi dari dan ke Papua, jumlah orang dengan agama lain termasuk Islam juga tumbuh. Banyak misionaris yang melakukan misi keagamaan di pedalaman-pedalaman Papua. Mereka memainkan peran penting dalam membantu masyarakat, baik melalui sekolah misionaris, klinik dan pendidikan langsung di bidang pertanian, mengajar Bahasa Indonesia dan pengetahuan praktis lainnya. Misionaris juga merupakan pelopor dalam membuka jalur penerbangan ke daerah pedalaman yang belum terjangkau oleh penerbangan reguler.
Provinsi Papua Barat ini meski telah dijadikan provinsi tersendiri, namun tetap mendapat perlakuan khusus sebagaimana provinsi induknya. Provinsi ini juga telah mempunyai KPUD sendiri dan menyelenggarakan pemilu untuk pertama kalinya tanggal 5 April 2004.
Provinsi ini mempunyai potensi yang luar biasa, baik itu pertanian, pertambangan, hasil hutan maupun pariwisata. Mutiara dan rumput laut dihasilkan di kabupaten Raja Ampat sedangkan satu-satunya industri tradisional tenun ikat yang disebut kain Timor dihasilkan di kabupaten Sorong Selatan. Sirup pala harum dapat diperoleh di kabupaten Fak-Fak serta beragam potensi lainnya. Selain itu, wisata alam juga menjadi salah satu andalan Irian Jaya Barat, seperti Taman Nasional Teluk Cenderawasih yang berlokasi di kabupaten Teluk Wondama. Taman Nasional ini membentang dari timur Semenanjung Kwatisore sampai utara Pulau Rumberpon dengan panjang garis pantai 500 km, luas darat mencapai 68.200 ha, luas laut 1.385.300 ha dengan rincian 80.000 ha kawasan terumbu karang dan 12.400 ha lautan.
Disamping itu baru-baru ini, ditemukan sebuah gua yang diklaim sebagai gua terdalam di dunia oleh tim ekspedisi speologi Perancis di kawasan Pegunungan Lina, Kampung Irameba, Distrik Anggi, Kabupaten Manokwari. Gua ini diperkirakan mencapai kedalaman 2000 meter. Kawasan pegunungan di Papua Barat masih menyimpan misteri kekayaan alam yang perlu diungkap

Back to menu...>>

ReadmorePapua Barat


Posted by Blogger

PAPUA BARAT


Papua Barat (sebelumnya Irian Jaya Barat disingkat Irjabar) adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian barat Pulau Papua. Ibukotanya adalah Manokwari. Nama provinsi ini sebelumnya adalah Irian Jaya Barat, yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 1999. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2007 tanggal 18 April 2007, nama provinsi ini diubah menjadi Papua Barat. Papua Barat dan Papua merupakan provinsi yang memperoleh status otonomi khusus.
Wilayah provinsi ini mencakup kawasan kepala burung pulau Papua dan kepulauan-kepulauan di sekelilingnya. Di sebelah utara, provinsi ini dibatasi oleh Samudra Pasifik, bagian barat berbatasan dengan provinsi Maluku Utara dan provinsi Maluku, bagian timur dibatasi oleh Teluk Cenderawasih, selatan dengan Laut Seram dan tenggara berbatasan dengan provinsi Papua.

TARIAN DAERAH
-Tari Cendrawasih

ADAT ISTIADAT
Mengacu pada perbedaan tofografi dan adat istiadat, penduduk Papua dapat dibedakan menjadi tiga kelompok besar, masing-masing:
1.Penduduk daerah pantai dan kepulauan dengan ciri-ciri umum rumah di atas tiang (rumah panggung) dengan mata pencaharian kilo sagu dan menangkap ikan);
2.Penduduk pedesaan yang tinggal di sungai, danau dan rawa-rawa lembah dan perbukitan. Umumnya mereka mata pencaharian nelayan, berburu dan mengumpulkan hasil hutan;
3.Penduduk daerah dataran tinggi dengan mata pencaharian berkebun dan berkembang biak yang sederhana.

Kelompok-kelompok pribumi di Papua terdiri dari 193 suku dengan 193 bahasa, masing-masing berbeda. Tribal arts yang indah dan terkenal di dunia telah dibuat oleh suku Asmat, Ka moro, Dani, dan Sentani. Sumber kearifan lokal untuk kemanusiaan dan pengelolaan lingkungan hidup di antara lebih baik dapat ditemukan di suku AITINYO, Arfak, Asmat, Agast, Aya maru, Mandacan, Biak, Arni, Sentani, dan lain-lain.

Read More...>>

ReadmorePAPUA BARAT


Posted by Blogger

SULAWESI BARAT


Sulawesi Barat adalah provinsi pemekaran dari provinsi Sulawesi Selatan. Provinsi yang dibentuk pada 5 Oktober 2004 ini berdasarkan UU No 26 Tahun 2004. Ibukotanya ialah Mamuju. Luas wilayah sekitar 16,796.19 km². dan terdiri dari Suku Mandar (49,15%), Toraja (13,95%), Bugis (10,79%), Jawa (5,38%), Makassar (1,59%) dan lainnya (19,15%).

TARIAN DAERAH

1.Tari Ma Bundu
2.Tari Motaro
3.Tari Bulu Londong
4.Tari Tuduq Mandar Pembolongatta
5.Tari Tuduq Kumba

Back to menu...>>

ReadmoreSULAWESI BARAT


Posted by Blogger

NUSA TENGGARA TIMUR


Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Flores, Sumba, Timor, Alor, Lembata, Rote, Sabu, Adonara, Solor, Komodo dan Palue. Ibu kotanya terletak di Kupang, Timor Barat.
Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau; tiga pulau utama di NTT adalah Flores, Sumba, dan Timor Barat.

Provinsi ini menempati bagian barat pulau Timor. Sementara bagian timur pulau tersebut adalah bekas provinsi Indonesia yang ke-27, yaitu Timor Timur, yang merdeka menjadi negara Timor Leste pada tahun 2002.

TARIAN DAERAH


1.Tari Cerana
2.Tari Jai
3.Tari Gareng Lameng
4.Tari Perang

ADAT ISTIADAT

Upacara Reba - NTT
Reba merupakan upacara adat yang bertujuan untuk melakukan penghormatan dan ucapan rasa terima kasih terhadap jasa para leluhur. Upacara ini juga digunakan untuk mengevaluasi segala hal tentang kehidupan bermasyarakat pada tahun sebelumnya yang telah dijalani oleh masyarakat Ngada. Melalui upacara ini, keluarga dan masyarakat meminta petunjuk kepada tokoh agama dan tokoh adat untuk dapat menjalani hidup lebih baik pada tahun yang baru. Upacara ini diadakan setiap tahun baru, tepatnya di bulan Januari atau Februari.
Tuan rumah untuk upacara ini selalu bergiliran pada setiap tahunnya. Sehari sebelum perayaan Reba dimulai, dilaksanakan upacara pembukaan Reba (su‘i uwi). Pada malam su‘i uwi dilakukan acara makan minum bersama (ka maki Reba) sambil menunggu pagi. Pada pagi harinya, ketika upacara berlangsung, para tamu disediakan makanan dan minuman yang sudah matang dan siap dimakan (Ngeta kau bhagi ngia, mami utu mogo. Kaa si papa vara, ini su papa pinu). Hidangan utama dalam pesta ini adalah ubi. Bagi warga Ngada, ubi diagungkan sebagai sumber makanan yang tak pernah habis disediakan oleh bumi. Karena itu, warga Ngada tidak akan pernah mengalami rawan pangan ataupun busung lapar.
Selama upacara Reba berlangsung diiringi oleh tarian para penari yang menggenggam pedang panjang (sau) dan tongkat warna-warni yang pada bagian ujungnya dihiasi dengan bulu kambing berwarna putih. (tuba). Sebagai pengiring tarian adalah alat musik gesek berdawai tunggal yang terbuat dari tempurung kelapa atau juga dari labu hutan. Sebagai wadah resonansinya alat musik ini ditutupi dengan kulit kambing yang pada bagian tengahnya telah dilubangi. Sedangkan penggeseknya terbuat dari sebilah bambu yang telah diikat dengan benang tenun yang telah digosok dengan lilin.

Upacara adat Reba biasa dilakukan tiga sampai empat hari. Sebelum pelaksanaan upacara tari-tarian dan nyanyian (O Uwi) diadakan misa inkulturasi di gereja yang dipimpin oleh seorang pater atau romo. Beberapa rangkaian upacara juga diiringi dengan koor nyanyian gereja, dan menggunakan bahasa lokal Ngada. Upacara ini memang memadukan unsur adat dengan agama.
Di luar gereja, suasana upacara adat bertambah meriah, ketika para penonton dan penari disodori satu dua gelas arak (tua ara). Ini merupakan tradisi setiap orang Ngada yang hadir dalam upacara tersebut. Namun demikian, Reba tidak sekadar pesta hura-hura, tapi wujud kegembiraan (gaja gora) masyarakat Ngada dengan tetap menjaga nuansa rohani.

Upacara Reba dapat disaksikan di masing-masing kecamatan yang terletak di Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Provinsi NTT. Masing-masing kecamatan itu adalah Aimere, Bajawa, Mataloko, Jerebu‘u dan So‘a.

Back to menu...>>

ReadmoreNUSA TENGGARA TIMUR


Posted by Blogger

BENGKULU


Bengkulu (dulu dikenal sebagai Bencoolen, Benkoelen, atau Bengkulen, beberapa menyebutnya Bangkahulu) adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, Indonesia. Di sebelah utara berbatasan dengan Sumatra Barat, di sebelah timur dengan Jambi dan Sumatra Selatan sedangkan di sebelah selatan dengan Lampung.


TARIAN DAERAH
1.Tari Ganau
2.Tari Sukatan Matau
3.Tari Bidadei Teminang
4.Tari Andun

ADAT ISTIADAT


Adat dan tradisi yang cukup akrab dengan masyarakat Bengkulu, termasuk: Bersurek Kain, kain bantalan huruf Arab gundul. Kepercayaan masyarakat di Provinsi Bengkulu umumnya 95% atau lebih memeluk Islam. Terlalu banyak upacara adat yang dilakukan di masyarakat Provinsi Bengkulu seperti, sunatan rasul, upacara adat perkawinan, upacara potong rambut anak yang baru lahir. Salah satu upacara tradisional adalah upacara "TABOT" adalah perayaan tradisional diadakan 1-10 Muharram setiap tahunnya, untuk memperingati kematian Hasan dan Husen cucu Nabi Muhammad SAW oleh keluarga yalid Syiah, dalam pertempuran di Karbala di tahun 61 Hijriah. Pada perayaan TABOT dilaksanakan berbagai pameran serta lomba ikan - ikan, Telong - Telong, dan seni lain yang diikuti oleh kelompok - kelompok kesenian yang ada di Provinsi Bengkulu, membuat arena hiburan rakyat dan menjadi salah satu kalender wisatawan tahunan.
Filsafat hidup masyarakat setempat, "Sekundang setungguan SEIO Sekato". Untuk masyarakat Bengkulu pembuatan kebijakan yang menyangkut kepentingan bersama yang kita sering mendengar bahasa dari ayat: "Kebukit Samo Mendaki, Kelurah Samo Menurun, berat membawa Samo, Samo The Ringan portabel", yang berarti bangunan, pekerjaan berat apapun jika sama dilakukan bersama-sama akan merasa lebih ringan juga. Selain itu, ada pula "Bulek Air Kek Pembukuh, Bulek Rek mengatakan Setuju", yang berarti air dengan bambu bersatu, bersatu pendapat dewan.

Back to menu...>>

ReadmoreBENGKULU


Posted by Blogger

SULAWESI TENGGARA

Sulawesi Tenggara adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan Kendari.

Provinsi Sulawesi Tenggara terletak di Jazirah Tenggara Pulau Sulawesi, secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 02°45' - 06°15' Lintang Selatan dan di antara 120°45' - 124°30' Bujur Timur dan mempunyai wilayah daratan seluas 38.140 km² atau 3.814.000 ha dan wilayah perairan (laut) seluas 110.000 km² atau 11.000.000 ha.

TARIAN DAERAH
1.Tari Lumense
2.Tari Mangaru
3.Tarian Molulo
4.Tari Selamat Datang Sulawesi Tenggara
5.Tari Balumpa Kamba

ADAT ISTIADAT
Pesta Adat Pakande Kandea
Pakande-kandea adalah suatu event tradisional yang merupakan warisan leluhur Suku Buton yang lahir dan bermula sebagai nazar/syukuran. Dalam tradisi unik ini, disajikan beraneke penganan kecil tradisional yang diletakkan di atas sebuah talam besar yang terbuat dari kuningan dan di tutup dengan tudung saji bosaran.
Puncak dari event ini, ketika semua tamu yang diundang mengawali acara makan bersama dengan disuapi makanan oleh remaja-remaja putri yang berpakaian adat dan duduk bersimpuh di sebelah talam.

Seringkali, event ini merupakan ajang promosi remaja-remaja putri untuk mendapatkan jodoh. Selain itu, event ini merupakan arena kebersamaan rakyat untuk memupuk rasa persatuan dan kesatuan dalam hukum adat dan membina hubungan silaturahmi yang penuh keakraban. Tradisi ini merupakan permainan rakyat yang diatur dengan adat serta tata krama dan sopan santun tertentu yang hingga saat ini masih dalam kehidupan masyarakat Suku Buton.

ReadmoreSULAWESI TENGGARA


Posted by Blogger

KALIMANTAN TENGAH


Kalimantan Tengah adalah salah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Kalimantan. Ibukotanya adalah Palangka Raya. Provinsi ini mempunyai 13 kabupaten dan 1 kotamadya.

TARIAN DAERAH
1.Sejarah Dayak
2.Tari Giring-giring
3.Tari Mandau Dayak Ngaju,
4.Tari Tabun & Bungai

Upacara Adat Kalimantan Tengah
Kalimantan Tengah juga kaya akan berbagai kegiatan upacara adat / ritual seperti :
Tiwah,
Manyanggar,
Mamapas Lewu (bersih desa),
Mampakanan Sahur Parapah.

Tiwah merupakan upacara ritual agama Kaharingan, yaitu mengantarkan arwah orang yang telah meninggal ke Lewu Tatau (sorga). Acara ini memakan waktu yang cukup lama sekitar satu bulan atau lebih.
Penduduk asli Kalimantan Tengah adalah suku Dayak, suku ini merupakan masyarakat terbesar yang mendiami Propinsi Kalimantan Tengah bersama dengan berbagai suku lain di Indonesia.
Suku Dayak terbagi atas beberapa sub etnis yang masing-masing memiliki satu kesatuan bahasa, adat istiadat dan budaya. Sub-sub etnis tersebut antara lain Suku Dayak Ngaju (termasuk Bakumpai dan Mendawai), Ot Danum, Ma'anyan, Lawangan, Siang dan lain-lain.

Masyarakat Dayak Kalimantan Tengah mempunyai sifat keterbukaan dan toleransi yang tinggi yang tercermin dalam falsafah Huma Betang. Huma Betang adalah rumah khas Kalteng, berupa rumah besar, dimana dalam satu rumah besar adat (Huma Betang) Dayak Kalimantan Tengah tersebut tinggal bersama-sama bebera pa keluarga dengan segala perbedaannya seperti status sosial, ekonomi maupun aga ma namun tetap hidup secara harmonis.

Sifat gotong royong dalam masyarakat suku Dayak masih tetap terpelihara terutama dalam gerak hidup bermasyarakat yang tercermin dari tradisi kerja Habaring Hurung, Handep dan Harubuh.

Back to menu...>>

ReadmoreKALIMANTAN TENGAH


Posted by Blogger

SULAWESI TENGAH


Sulawesi Tengah adalah sebuah provinsi di Indonesia yang beribukotakan Palu.

TARIAN DAERAH
1.Tari Dero Poso Sulawesi Tengah
2.Tari Dero Poso Sulawesi Tengah
3.Tari Pule Cinde
4.Tari Lumense


ADAT ISTIADAT
Sulawesi Tengah, dihuni oleh berbagai suku, termasuk suku Kaili, Kulawi, Lore, Pamona, Mori, Bungku, Saluan, Banggai, Balantak, Buol Toli-toli dan banyak lainnya. Di setiap etnis, ada lebih banyak sub-etnis lain. Sebut saja misalnya etnis Kaili, ada ratusan sub-etnis seperti Kaili Ledo, Kaili Tara, Kaili Rai, Kaili Doi, Kaili Unde, Kaili Da'a dan banyak lainnya.

Dengan demikian, setiap sub-etnis yang memiliki bahasa sendiri dan ada kemiripan satu sama lain. Apakah kasus ini dengan adat istiadatnya, termasuk upacara tradisional sangat beragam dan sangat banyak.Proses untuk membuka ladang baru untuk memanen itu, suku-suku ini memiliki upacara adat sendiri yang disebut upacara Adan Tane. Upacara itu penuh dengan perbuatan suci dan kepercayaan nenek moyang atau leluhur dianggap pengusaha tanah, yaitu Untuk Manuru, yang memberikan kesuburan, kebersihan atau kegagalan.
Dalam kontak dan komunikasi dengan pihak berwenang, diadakanlah upacara adat. Hapri Ika Poigi, salah seorang budayawan di Palu mengatakan kantong masyarakat suku Kaili upacara pembukaan termasuk bidang baru yang disebut Balia Tampilangi, menebang hutan atau upacara ritual Nantahu sekitarnya Nalili bibit padi yang disebut kutukan, Nabalia upacara, upacara menanam benih atau Notuda.

Bukan hanya itu, Hapri Ika Poigi juga menambahkan, saat padi ditanam telah berisi, mereka juga mengadakan upacara yang dikenal sebagai No Unju Bosu, mengadakan upacara yang disebut Nomparaya persembahan, upacara Modindi, Upacara No Ktot memetik padi, upacara pemberian persembahan Nopinji, Nanjalo upacara panen raya dan upacara panen massa Nowunja keselamatan partai, ditembak di sekitar Baruga atau rumah adat masyarakat Kaili.

Belum lagi tentang siklus hidup manusia. Sulawesi Tengah bagi masyarakat secara keseluruhan, selalu ada upacara. Misalnya dimulai sejak sebelum kelahiran, dalam upacara yang hamil, dan adat dan upacara kelahiran, adat dan upacara sebelum dewasa, adat dan upacara perkawinan dan upacara pemakaman. Dengan begitu banyak upacara ritual transisi dari masa kanak-kanak sampai dewasa ini sangat unik.

Dalam sejarah upacara masyarakat Sulawesi Tegah, ketika seorang anak adalah orang dewasa, yaitu sekitar usia 12 tahun ke atas, diadakan upacara Nakeso dan Naloso. Upacara ini yang sangat besar dan dibesarkan karena saat ini putra dan putri telah berakhir masa kecilnya, yang mengharuskan dia untuk mengikuti ritual ini, dan mereka diberi nama Toniasa. Yaitu, Daytona nipaka dibuat atas atau tenang atau didewasakan.

Selama satu bulan sebelum upacara ini, Toniasa ini terkunci di tempat tertutup dan tidak pergi keluar dan menghantam tanah. Dalam kurungan ini mereka harus melaksanakan peraturan dan disiplin yang diajarkan secara tradisional, sedangkan untuk keperluan mereka seperti makan, minum dan lain-lain, harus didahului dengan memukul drum atau suara seruling bambu.
Arifin Sunusi, papan Dewan Kesenian Palu mengatakan, pernah digunakan untuk memenjarakan anak-anak disebut Songi bangunan bertangga bambu, dan ditutupi dengan semacam kain mbesa kulit khusus digunakan untuk upacara adat. Puncak upacara adalah setelah akhir Toniasa latihan Songi, pada malam hari kuku-kuku tangan dan kaki pacar, sementara selama pemberian pacar terakhir Rano memainkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh bersahut-replikasi oleh orang-orang tua dengan iringan bunyi.

Di pagi hari, toniasa dibawa ke sungai untuk mandi dan kemudian diberikan pakaian tradisional seperti orang dewasa. Nakeso upacara selanjutnya dilakukan, yakni menggosok gigi atau pemotongan gigi dengan menggunakan bebatuan khusus dan disaksikan banyak orang. "Biasanya, hal itu dilakukan dalam nakeso atau bantaya Baruga (balai adat) dilakukan oleh kepala adat," katanya.

Selanjudnya toniasa turun dan berparade di sekitar aula atau adat bantaya sudah dihiasi daun kelapa dan bambu kuning. Upacara ini diebut Naloso. Terakhir kepala tertua menombak kerbau diperlukan Toniasa diikuti oleh mereka yang menjalani ritual ini sampai banteng sudah mati. Kemudian kepala kerbau diambil dan diletakkan di depan balai adat, dan duduk di kepala kerbau Toniasa didampingi oleh Toniasa lain, putra atau putri.

"Pada saat itu, anak-anak juga dibentuk dan dinyatakan sebagai orang dewasa. Jika mereka melanggar adat, kepala bukan kepala banteng ini," ujarnya.Semua tradisi masyarakat Sulawesi Tengah, masih terjaga sampai sekarang. Bahlan, untuk mempopulerkannya kepada publik, semua jenis upacara yang selalu diadakan di berbagai media, tidak hanya di desa-desa, tetapi harus panggung-panggung hiburan dan festival.

Back to menu...>>

ReadmoreSULAWESI TENGAH


Posted by Blogger

Sumut...

E MAKAN BERSAMA
Sebelum bersantap makan, terlebih dahulu berdoa dari suhut Pria (SP) , karena pada dasarnya SP yang membawa makanan itu walaupun acara adatnya di tempat SW. Untuk kata pengantar makan, PRP menyampaikan satu uppasa (ungkapan adat) dalam bahasa Batak seperti waktu menyerahakan tanda makanan adat:
Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna Tung, sosadiape napinatupa on, sai godangma pinasuna.

Ungkapan ini menggambarkan kerendahan hati yang memebawa makanan (Batubara), dengan mengatakan walaupun
makanan yang dihidangkan tidak seberapa (pada hal hewan yang diptong yang menjadi santapan adalah hewan lembu atau kerbau yang utuh), tetapi mengharapkan agar semua dapat menikmatinya serta membawa berkat.
Kemudian PRP mempersilakan bersantap

F MEMBAGI JAMBAR/TANDA MAKANAN ADAT
Biasanya sebelum jambar dibagi, terlebih dahulu dirundingkan bagian-bagian mana yang diberikan SW kepada SP. Tetapi, yang dianut dalam acara adat yaitu Solup Batam, yang disebut dengan “JAMBAR MANGIHUT”dimana jambar sudah dibicarakan sebelumnya dan dalam acara adatnya (unjuk) SW tinggal memberikan bagian jambar untuk SP sebagai ulu ni dengke mulak. Selanjutnya masing masing suhut membagikannya kepada masing-masing fungsi dari pihaknya masing-masing saat makan sampai selesai dibagikan

G MANAJALO TUMPAK (SUMBANGAN TANDA KASIH)
Arti harafiah tumpak adalah sumbangan bentuk uang, tetapi melihat keberadaan masing-masing dalam acara adat mungkin istilah yang lebih tepat adalah tanda kasih. Yang memberikan tumpak adalah undangan SUHUT PRIA, yang diantarkan ketempat SUHUT duduk dengan memasukkannya dalam baskom yang disediakan/ ditempatkan dihadapan SUHUT, sambil menyalami pengenten dan SUHUT.
Setelah selesai santap makan, PRP meminta ijin kepada PRW agar mereke diberi waktu untuk menerima para undangan mereka untuk mengantarkan tumpak (tanda kasih)
Setelah PRW mempersilakan, PRP menyampai kan kepada dongan tubu, boru/bere dan undangannya bahwa SP sudah siap menerima kedatangan mereka untuk mengantar tumpak.

Setelah selesai PRP mengucapkan terima kasih atas pemberian tanda kasih dari para undangannya.

H ACARA PERCAKAPAN ADAT.

I. MEMPERSIAPKAN PERCAKAPAN:
1.RPW menanyakan Batubara apakah sudah siap memulai percakapan, yang dijawab oleh SP, mereka sudah siap
2.Masing-masing PRW dan PRP menyampaikan kepada pihaknya dan hula-hula serta tulangnya bahwa percakapan
adat akan dimulai, dan memohon kepada hula-hulanya agar berkenan memberi nasehat kepada mereka dalam percakapan adat nanti

III. MEMULAI PERCAKAPAN (PINGGAN PANUNGKUNAN) .
Pinggan Panungkunan, adalah piring yang didalamnya ada beras, sirih, sepotong daging (tanggo-tanggo) dan uang 4 lembar. Piring dengan isinya ini adalah sarana dan simbol untuk memulai percakapan adat.

1. PRP meminta seorang borunya mengantar Pinggan Panungkunan itu kepada PRW
2. PRW, menyampaikan telah menerima Pinggan Panungkunan dengan menjelaskan apa arti semua isi yang ada dalam beras itu. Kemudian PRW mengambil 3 lembar uang itu, dan kemudian meminta salah seorang borunya untuk mengantar piring itu kembali kepada PRP
3.PRW membuka percakapan dengan memulainya dengan penjelasan makna dari tiap isi pinggan panungkunan (beras, sirih, daging dan uang), kemudian menanyakan kepada Batubara makna tanda dan makanan adat yang sudah dibawa dan dihidangkan oleh pihak Batubara.
4.Akhir dari pembukaan percakapan ini, keluarga Batubara mengatakan bahwa makanan dan minuman pertanda pengucapan syukur karena berada dalam keadaan sehat, dan tujuan Batubara adalah menyerahkan kekurangan sinamot , dilanjutkan adat yang terkait dengan pernikahan anak mereka.

IV.PENYERAHAN PANGGOHI/KEKURANGAN SINAMOT
1. Dalam percakapan selanjutnya, setelah PRW meminta PRP menguraikan apa/berapa yang mau mereka serahkan , PRP memberi tahukan kekurangan sinamot yang akan mereka serahkan adalah sebsar Rp…Juta, menggenapi seluruh sinamot Rp….Juta. (Pada waktu acara Pudun Saut, Batubara sudah menyerahkan Rp 15 juta sebagai bohi sinamot (mendahulukan sebagian penyerahan sinamot di acara adat na gok).
2.Sebelum PR TOBING mengiakan lebih dulu RP TOBING meminta nasehat dari Hula-hula dan pendapat dari boru Tobing
3.Sesudah diiakan oleh PR TOBING, selanjutnya penyerahan kekurangan sinamot kepada suhut Tobing oleh Batubara.

V.Penyerahan Panandaion.
Tujuan acara ini memperkenalkan keluarga pihak perempuan agar keluarga pihak pria mengenal siapa saja kerabat pihak perempuan sambil memberikan uang kepada yang bersangkutan Secara simbolis, yang diberikan langsung hanya kepada 4 orang saja, yang disebut dengan patodoan atau “suhi ampang na opat” ( 4 kaki dudukan/pemikul bakul) yang merupakan symbol pilar jadinya acara adat itu.
Dengan demikian biarpun hanya yang empat itu yang dikenal/menerima langsung, sudah mewakili menerima semuanya. (Mungkin dapat dianalogikan dengan pemberian tanda penghargaan massal kepada pegawai PNS yang diwakili 4 orang, masing-masing 1 orang dari tiap golngan I sampai golongan IV).
Kepada yang lain diberikan dalam satu envelope saja yang nanti akan dibagikan Tobing kepada yang bersangkutan.

V Penyerahan tintin marangkup.
Diberikan kepada tulang /paman penganten pria (saudara laki ibu penganten pria). Yang menyerahkan adalah orang tua penganten perempuan berupa uang dari bagian sinamot itu
Seacara tradisi penganten pria mengambil boru tulangnya untuk isterinya, sehingga yang menerima sinamot seharusnya tulangnya
Dengan diterimanya sebagian sinamot itu oleh Tulang Pengenten Pria yang disebut titin marangkup, maka Tulang Pria mengaku penganten wanita, isteri ponakannya ini, sudah dianggapnya sebagai boru/putrinya sendiri walaupun itu boru dari marga lain.

VI.Penyerahan/Pemberia n Ulos oleh Pihak Perempuan.
Dalam Adat Batak tradisi lama atau religi lama, ulos merupakan sarana penting bagi hula-hula, untuk menyatakan atau menyalurkan sahala atau berkatnya kepada borunya, disamping ikan, beras dan kata-kata berkat.
Pada waktu pembuatannya ulos dianggap sudah mempunyai “kuasa”. Karena itu, pemberian ulos, baik yang memberi maupun yang menerimanya tidak sembarang orang , harus mempunyai alur tertentu, antara lain adalah dari Hula-hula kepada borunya, orang tua kepada anank-anaknya. Dengan pemahaman iman yang dianut sekarang, ulos tidak mempunyai nilai magis lagi sehingga ia sebagai simbol dalam pelaksaan acara adat.Ujung dari ulos selalu banyak rambunya sehingga disebut “ulos siganjang/sigodang rambu”(Rambu, benang di ujung ulos yang dibiarkan terurai)
Pemberian Ulos sesuai maknanya adalah sebagai berikut:

Ulos Namarhadohoan
Uraian Yang Menerima

A Kepada Paranak
1.Pasamot/Pansamot, Orang tua pengenten pria
2.Hela Pengenten

B Partodoan/Suhi Ampang Naopat:
1.Pamarai Kakak/Adek dari ayah pengenten pria
2.Simanggokkon Kakak/Adek dari pengenten pria
3.Namborunya Saudra perempuan dari ayah pengenten pria
4.Sihunti Ampang Kakak/Adek perempuan dari penganten pria

Ulos Kepada Pengenten
Uraian Yang Mangulosi:
(A) Dari Parboru/Partodoan;
1.Pamarai 1 lembar, wajib Kakak/Adek dari ayah pengenten wanita
2.Simandokkon Kakak/Adek laki-laki dari pengenten wanita
3 Namborunya (Parorot) Iboto dari ayah pengenten wanita
4.Pariban Kakak/Adek dari pengenten wanita

(B) Hula-hula dan Tulang Parboru;
1.Hula-hula 1 lembar, wajib
2.Tulang 1 lembar, wajib
3.Bona Tulang 1 lembar, wajib
4.Tulang Rorobot 1 lembar, tidak wajib

(C)Hula-hula dan Tulang Paranak;
1.Hula-hula 1 lembar, wajib
2.Tulang 1 lembar, wajib
3.Bona Tulang 1 lembar, wajib
4.Tulang Rorobot 1 lembar, tidak wajib

Catatan:
1.Hula-hula namarhahamaranggi dohot hula-hula anak manjae ndang ingkon ulos tanda holong nasida boi ma nian bentuk hepeng, songon na pinatorang. Songoni angka na asing na marholong ni roha.
2.Keruwetan yang terjadi karena undangan pihak permpuan merasa uloslah yang mejadi tanda holong/tanda kasih sehingga harus mengulosi, pada hal sesuai pemahamn pemebri ulos yang tidak sembarangan, ulos yang diberikan itu artinya sam dengan kado/tanda kasih bentuk lain baik barang atau uang, tidak ada nilai adat/sakralnya lagi

VII.Mangujungi Ulaon (Menyimpulkan Acara Adat)
1. Manggabei (kata-kata doa dan restu) dari pihak SW
Berupa kata-kata pengucapan syukur kepada Tuhan bahwa acara adat sudah terselenggara dengan baik:
a.Ucapan terima kasih kepada dongan tubu dan hula-hulanya
b.Permintaan kepada Tuhan agar rumah tangga yang baru diberkati demikian juga orang tua pengenten dan saudara Batubara yang lainnya
2.Mangampu (ucapan terima kasih) dari pihak SP

Ucapan terima kasih kepada semua pihak baik kepada hula-hula SW maupun kepada SP atas terselenggaranya acara adat nagok ini.

CATATAN:
Dalam marhata gabe-gabe dan mangampu, RP masing-masing biasanya memberi kesempatan kepada Hula-hula dan boru/ber masing-masing turut menyampaikan beberapa kata sesuai fungsinya baru SUHUT sebagai penutup.
Disini tidak pada tempatnya memberi nasehat kepada pengenten panjang lebar, tetapi senentiasa permintaan kepada Tuhan agar rumah tangga yang baru itu menjadi rumahtangga yang diberkati.
3.Mangolopkon (Mengamenkan) oleh Tua-tua/yang dituakan di Kampung itu

Kedu suhut Tobing dan Batubara, menyediakan piring yang diisi beras dan uang, biasanya ratusan lembar pecahan Rp1.000 yang baru) kemudian diserahkan kepada Rja Huta yang mau mangolopkon Raja Huta berdiri sambil mengangkat piring yang berisi beras dan uang olop-olop itu. Dengan terlebih dahulu menyampaikan kata-kata ucapan Puji Syukur kepada Tuhan Karen kasih-Nya cara adat rampung dalam suasan dami (sonang so haribo-riboan) serta restu dan harapan kemudian diahiri , dengan mengucapkan : olop olop, olop olop, olop olop sambil menabur kan beras keatas dan kemudian membagikan uang olop-olop itu.

4. Ditutup dengan doa / ucapan syukur
Akhirnya acara adat ditutup dengan doa oleh Hamba Tuhan.
Sesudah amin, sam-sam mengucapkan: horas ! horas ! horas !
5. Bersalaman untuk pulang,, suhut na niambangan Batubara menyalami Suhut Tobing

BAGIAN III PASKA PERNIKAHAN
Ada tradisi lama (tidak semua melakukannya) setelah acara adat nagok , ada lagi acara yang disebut paulak une/mebat dan maningkir tangga.
Acara ini dilakukan setelah penganten menjalani kehidupan sebagai suami isteri biasanya sesudah 7-14 hari (sesudah robo-roboan) yang sebenarnya tidak wajib lagi dan tidak ada kaitannya dengan acara keabsahan perkawinan adat na gok. Acara dimaksud adalah:

I.Paulak Une
Suami isteri dan utusan pihak pria dengan muda mudi (panaruhon) mengunjungi rumah mertu/orang tuanya dengan membawa lampet ( lampet dari tepung beras dibungkus 2 daun bersilang). Menurut tradisi jika pihak pria tidak berkenan dengan pernikahan itu (karena perilaku) atau sang wanita bukan boru ni raja lagi, si perempuan bisa ditinggalkan di rumah orang tua perempuan itu

II.Maningkir Tangga. (Arti harafiah “Menilik Tangga)
Pihak orang tua perempuan menjenguk rumah (tangga anaknya) yang biasanya masih satu rumah dengan orang tuanya.

CATATAN:
Sekarang ini ada yang melaksanakan acara paulak une dan maningkir tangga langsung setelah acara adat ditempat acara adat dilakukan, yang mereka namakan “Ulaon Sadari” Acara ini sangat keliru, karena disamping tidak ada maknanya seperti dijelaskan diatas, tetapi juga menambah waktu dan biaya ( ikan & lampet dan makanan namargoar) dan terkesan main-main/ melecehkan makna adat itu.

Karena itu diharapkan acara seperti ini jangan diadakan lagi dengan alasan:

1.Dari pemahaman iman, rumah tangga yang sudah diberkati tidak bisa bercerai lagi dengan alasan yang disebut dalam pengertian Paulak Une, dan pemahaman adat itu dilakukan setelah penganten mengalami kehidupan sebagai suami isteri.

2.Terkesan main-main, hanya tukar menukar tandok berisi makananan , sementara tempat Paulak Une dan Maningkir Tangga yang seharusnya di rumah kedua belah pihak. Artinya saling mengunjungi rumah satu sama lain, diadakan di gedung pertemuan , pura-pura saling mengunjungi, yang tidak sesuai dengan makna dan arti paulak une dan maningkir tangga itu.

3. Menghemat waktu dan biaya, tidak perlu lagi harus menyediakan makanan namargoar (paranak) dan dengke dengan lampetnya (parboru)

4. Acara itu tidak harus diadakan dan tidak ada hubungannya dengan keabsahan acara adat nagok perkawinan saat ini,

5. Acara Paulak Une dan Maningkir Tangga diadakan atau tidak, diserahkan saja kepada kedua SUHUT karena acara ini adalah acara pribadi mereka, biarlah merek mengatur sendiri kapan mereka saling mengunjungi rumah.Pemberian Ulos sesuai maknanya adalah sebagai berikut: Ulos Namarhadohoan

Back to menu...>>

ReadmoreSumut...


Posted by Blogger

SUMATERA UTARA


Sumatera Utara adalah sebuah provinsi yang terletak di Pulau Sumatera, berbatasan dengan Aceh di sebelah utara dan dengan Sumatera Barat serta Riau di sebelah selatan.

Provinsi ini terutama merupakan kampung halaman suku bangsa Batak, yang hidup di pegunungan dan suku bangsa Melayu yang hidup di daerah pesisir timur. Selain itu juga ada suku bangsa Nias di pesisir Barat Sumatera, Mandailing, Jawa dan Tionghoa.

TARIAN DAERAH


1.Tari Ngari-ngari
2.Tarian Begu Deleng
3.Tari Bolo-Bolo
4.Tari Kemuliaan Man Dibata
5.Tari Tor-tor

PERNIKAHAN ADAT BATAK
Pada dasarnya, Adat Perkawinan Adat Batak, mengandung nilai sakral. Dikatakan sakral karena dalam pemahaman
perakwainan adat Batak, , bermakna pengorbanan bagi parboru (pihak penganten perempuan) karena ia “berkorban”
memberikan satu nyawa manusia yang hidup yaitu anak perempuannya kepada orang lain pihak paranak (pihak penganten pria) , yang menjadi besarnya nanti, sehingga pihak pria juga harus menghargainya dengan mengorbankan/ mempersembahkan satu nyawa juga yaitu menyembelih seekor hewan (sapi atau kerbau), yang kemudian menjadi santapan (makanan adat) dalam ulaon unjuk/ adat perkawinan itu.



Anggapan acara adat Batak rumit dan bertele-tele adalah keliru, sepanjang ia diselenggarakan sesuai pemahamn dan nilai luhur adat itu sendiri. Ia menajdi rumit dan bertele-tele karena diselenggrakan sesuai pamaham atau seleranya

URUTAN KEGIATAN

BAGIAN I PRA NIKAH
Yang dimaksud dengan pra nikah disini adalah proses yang terjadi sebelum acara adat pernikahan.

A.Perekenalan dan bertunangan.
Pernikahan tidak selalu dengan proses ini, khususnya ketika masih masanya Siti Nurbaya.
B.Patua Hata.
Terjemahannya menyampaikan secara resmi kepada orang tua perempuan hubungan muda mudi dan akan dilanjutkan ke tingkat perkawinan. Dengan bahasa umum, melamar secara resmi.
C.Marhori-hori dinding.
Membicarakan secara tidak resmi oleh utusan kedua belah pihak menyangkut rencana pernikahan tersebut.

D.Marhusip.
Arti harafiahnya adalah berbisik. Maksudnya kelanjutan pembicaraan angka III tetapi sudah oleh utusan resmi, bahkan ada kalanya sudah oleh kedua pihak langsung.

E.Pudun Saut.
Parajahaon/ Pengesahan kesepakatan di Marhusip di tonga managajana acara yang dihadiri dalihan na tolu dan suhi ampang na opat masing-masing pihak. Disini pihak Paranak/Pria sudah membawa makanan adat/makanan namargoar.

Catatan:
Aslinya dikatakan “Marhata Sinamot” dimana pembicaraan langsung tanpa didahului marhusip.

Yang pokok dibicarakan dalam acara adat Pudun Saut anatara lain adalah
1.Sinamot.
2.Ulos
3.Parjuhut dan Jambar
4.Alap Jual atau Taruhon Jual)
5.Jumlah undnanga
6.Tanggal dan tempat pemberkatan.
7.Tatacara.

BAGIAN II UNJUK ATAU ACARA ADAT PERNIKAHAN
Acara ini diselenggarakan setelah acara pernikahan secara agama sesuai yang diatur dalam UU untuk itu.

A BEBERAPA Pengertian POKOK DALAM ADAT PERKAWINAN
1.Suhut, kedua pihak yang punya hajatan
2.Parboru, orang tua pengenten perempuan=Bona ni haushuton
3.Paranak, orang tua pengenten Pria= Suhut Bolon.
4.Suhut Bolahan amak : Suhut yang menjadi tuan rumah dimana acara adat di selenggrakan.
5.Suhut naniambangan, suhut yang datang
6.Hula-hula, saudara laki-laki dari isteri masing-masing suhut
7.Dongan Tubu, semua saudara laki masing-masing suhut ( Tobing dan Batubara).
8.Boru, semua yang isterinya semarga dengan marga kedua suhut ( boru Tobing dan boru Batubara).
9.Dongan sahuta, arti harafiah “teman sekampung” semua yang tinggal dalam huta/kampung komunitas (daerah tertentu) yang sama paradaton/solupnya.
10.Ale-ale, sahabat yang diundang bukan berdasarkan garis persaudaraan (kekerabatan atau silsilah) .
11.Uduran, rombongan masing-masing suhut, maupun rombongan masing-masing hula-hulanya.
12.Raja Parhata (RP), Protokol (PR) atau Juru Bicara (JB) masing-masing suhut, juru bicara yang ditetapkan masing-masng pihak
13.Namargoar, Tanda Makanan Adat , bagian-bagian tubuh hewan yang dipotong yang menandakan makanan adat
itu adalah dari satu hewan (lembu/kerbau) yang utuh, yang nantinya dibagikan.
14.Jambar, namargoar yang dibagikan kepada yang berhak, sebagai legitimasi dan fungsi keberadaannya dalan acara adat itu.
15.Dalihan Na Tolu (DNT), terjemahan harafiah”Tungku Nan Tiga” satu sistim kekerabatan dan way of life masyarakat Adat Batak
16.Solup, takaran beras dari bambu yang dipakai sebagai analogi paradaton, yang bermakna dihuta imana acara adat batak diadakan solup/paradaton dari huta itulah yang dipakai sebagai rujukan, atau disebut dengan hukum tradisi “sidapot solup do na ro.

B PROSESI MASUK TEMPAT ACARA ADAT (Contoh Acara di Tempat Perempuan)
Raja Parhata/Protokol Pihak Perempuan= PRW
Raja Parhata/Protokol Pihak Laki-laki = PRP
Suhut Pihak Wanita = SW
Suhut Pihak Pria = SP

I.PRW meminta semua dongan tubu/semaraganya bersiap untuk menyambut dan menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang

II.PRW memberi tahu kepada Hula-hula, bahwa SP sudah siap menyambut dan menerima kedatangan Hula-hula

III. Setelah hula-hula mengatakan mereka sudah siap untuk masuk, PRW mempersilakan masuk dengan menyebut
satu persatu, hula-hula dan tulangnya secara berurutan sesuai urutan rombongan masuk nanti: dimulai dar

Hula-hula Simorangkir
1.Hula-hula, ……
2.Tulang, …….
3.Bona Tulang, …..
4.Tulang Rorobot, …..
5.Bonaniari, ……
6.Hula-hula namarhahamaranggi:
-a …
-b….
-c….
dst

7.Hula-hula anak manjae, ….. ,
dengan permintaan agara mereka bersam-sama masuk dan menyerahkan pengaturan selanjutnya kepada hula-hula

Simorangkir
IV.PR Hulahula, menyampaikan kepada rombongan hula-hula dan tulang yang sudah disebutkan PRW pada III ,

bahwa SW sudah siap menerima kedatangan rombongan hula-hula dan tulang dengan permintaan agar uduran

Hula-hula dan Tulang memasuki tempat acara , secara bersama-sama.
Untuk itu diatur urut-urutan uduran (rombongan) hula-hula dan tulang yang akan memasuki ruangan. Uduran yang
pertama adalah Hula-hula,……, diikuti TULANG …….sesuai urut-urutan yang disebut kan PR W pada III.

V.MENERIMA KEDATANGAN SUHUT PARANAK (SP).

Setelah seluruh rombongan hula-hula dan tulang dari SW duduk (acara IV), rombongan Paranak/SP dipersilakan memasuki ruangan.

1. PRW, memberitahu bahwa tempat untuk SP dan uduran/rombongannya sudah disediakan dan SW sudah siap menerima kedatangan mereka beserta Hula-hula , Tulang SP dan uduran/rombongannya .

2.PRP menyampaikan kepada dongan tubu Batubara, bahwa sudah ada permintaan dari Tobing agar mereka memasuki ruangan.
Kepada hula-hula dan tulang (disebutkan satu perasatu) yaitu:
1.Hula-hula, ….
2.Tulang, …..
3.Bona Tulang, ….
4.Tulang Rorobot, …..
5.Bonaniari , …..
6.Hula-hula namarhaha-marnggi:
- a…….
- b…..
- c……..
- dst

7. Hula-hula anak manjae…..
PRP memohon, sesuai permintaan hula-hula SW agar mereka masuk bersama-sama dengan SP. Untuk itu tatacara dan
urutan memasuki ruangan diatur, pertama adalah Uduran/rombongan SP& Borunya, disusul Hula-hula….., Tulang…..dan seterusnya sesuai urut-urutan yang telah dibacakan PR Batubara (Dibacakan sekali lagi kalau sudah mulai masuk).

C MENYERAHKAN TANDA MAKANAN ADAT.

(Tudu-tudu Ni Sipanaganon)
Tanda makanan adat yang pokok adalah: kepala utuh,leher (tanggalan), rusuk melingkar (somba-somba) ,pangkal paha (soit), punggung dengan ekor (upasira), hati dan jantung ditempatkan dalam baskom/ember besar. Letak tanda makanan adat itu dalam tubuh hewan dapat dilihat dalam gambar.

Tanda Makanan Adat
(Bagin Tubuh Hewan Lembu atau Kerbau)
Tanda makanan adat diserahkan SP beserta Isteri didampingi saudara yang lain dipandu PRP, diserahkan kepada SW dengan bahasa adat, yang intinya menunjukkan kerendahan hati dengan mengatakan walaupun makanan yang
dibawa itu sedikit/ala kadarnya semoga ia tetap membawa manfaat dan berkat jasmani dan rohani hula-hula SW dan semua yang menyantap nya, sambil menyebut bahasa adat : Sitiktikma si gompa, golang golang pangarahutna, tung so sadia (otik) pe naung pinatupa i, sai godangma pinasuna.

D MENYERAHKAN DENGKE/IKAN OLEH SW
Aslinya ikan yang diberikan adalah jenis “ihan” atau ikan Batak,sejenis ikan yang hanya hidup di Danau Toba dan sungai Asahan bagian hulu dan rasanya memang manis dan khas. Ikan ini mempunyai sifat hidup di air yang jernih (tio) dan kalau berenang/berjalan selalu beriringan (mudur-udur) , karena itu disebut ; dengke sitio-tio, dengke si mudur-udur (ikan yang hidup jernih dan selalu beriringan/berjalan beriringan bersama)
Simbol inilah yang menjadi harapan kepada penganeten dan keluarganya yaitu seia sekata beriringan dan murah rejeki (tio pancarian dohot pangomoan).

Tetapi sekarang ihan sudah sangat sulit didapat, dan jenis ikan mas sudah biasa digunakan. Ikan Masa ini dimasak khasa Batak yang disebut “naniarsik” ikan yang dimasak (direbus) dengan bumbu tertentu sampai airnya berkurang pada kadar tertentu dan bumbunya sudah meresap kedalam daging ikan itu.

Read More...>>

ReadmoreSUMATERA UTARA


Posted by Blogger

KALTIM



Simetris
Wujud bentuk rumah Banjar Bubungan Tinggi yang simetris, terlihat pada bentuk sayap bangunan atau anjung yang terdiri atas Anjung Kanan dan Anjung Kiwa. Hal ini berkaitan dengan filosofi simetris (seimbang) dalam pemerintahan Kerajaan Banjar, yang membagi kementerian, menjadi Mantri Panganan (Kelompok Menteri Kanan) dan Mantri Pangiwa (Kelompok Menteri Kiri), masing-masing terdiri atas 4 menteri, Mantri Panganan bergelar 'Patih' dan Mantri Pangiwa bergelar 'Sang', tiap-tiang menteri memiliki pasukan masing-masing. KOnsep simetris ini tercermin pada rumah bubungan tinggi.

Kepala-Badan-Kaki
Bentuk rumah Bubungan Tinggi diibaratkan tubuh manusia terbagi menjadi 3 bagian secara vertikal yaitu kepala, badan dan kaki. Sedangkan anjung diibaratkan sebagai tangan kanan dan tangan kiri yaitu anjung kanan dan anjung kiwa (kiri).

Tata Nilai Ruang
Pada rumah Banjar Bubungan Tinggi (istana) terdapat ruang Semi Publik yaitu Serambi atau surambi yang berjenjang letaknya secara kronologis terdiri dari surambi muka, surambi sambutan, dan terakhir surambi Pamedangan sebelum memasuki pintu utama (Lawang Hadapan) pada dinding depan (Tawing Hadapan ) yang diukir dengan indah. Setelah memasuki Pintu utama akan memasuki ruang Semi Private. Pengunjung kembali menapaki lantai yang berjenjang terdiri dari Panampik Kacil di bawah, Panampik Tangah di tengah dan Panampik Basar di atas pada depan Tawing Halat atau "dinding tengah" yang menunjukkan adanya tata nilai ruang yang hierarkis. Ruang Panampik Kecil tempat bagi anak-anak, ruang Panampik Tangah sebagai tempat orang-orang biasa atau para pemuda dan yang paling utama adalah ruang Panampik Basar yang diperuntukkan untuk tokoh-tokoh masyarakat, hanya orang yang berpengetahuan luas dan terpandang saja yang berani duduk di area tersebut. Hal ini menunjukkan adanya suatu tatakrama sekaligus mencerminkan adanya pelapisan sosial masyarakat Banjar tempo dulu yang terdiri dari lapisan atas adalah golongan berdarah biru disebut Tutus Raja (bangsawan) dan lapisan bawah adalah golongan Jaba (rakyat) serta diantara keduanya adalah golongan rakyat biasa yang telah mendapatkan jabatan-jabatan dalam Kerajaan beserta kaum hartawan.

Tawing Halat/Seketeng
Ruang dalam rumah Banjar Bubungan Tinggi terbagi menjadi ruang yang bersifat private dan semi private. Diantara ruang Panampik Basar yang bersifat semi private dengan ruang Palidangan yang bersifat private dipisahkan oleh Tawing Halat artinya "dinding pemisah", kalau di daerah Jawa disebut Seketeng. Jika ada selamatan maupun menyampir (nanggap) Wayang Kulit Banjar maka pada Tawing Halat ini bagian tengahnya dapat dibuka sehingga seolah-olah suatu garis pemisah transparan antara dua dunia (luar dan dalam) menjadi terbuka. Ketika dilaksanakan "wayang sampir" maka Tawing Halat yang menjadi pembatas antara "dalam" (Palidangan) dan luar (Paluaran/Panampik Basar) menjadi terbuka. Raja dan keluarganya serta dalang berada pada area "dalam" menyaksikan anak wayang dalam wujud aslinya sedangkan para penonton berada di area "luar" menyaksikan wayang dalam bentuk bayang-bayang.

Denah Cacak Burung
Denah Rumah Banjar Bubungan Tinggi berbentuk "tanda tambah" yang merupakan perpotongan dari poros-poros bangunan yaitu dari arah muka ke belakang dan dari arah kanan ke kiri yang membentuk pola denah Cacak Burung yang sakral. Di tengah-tengahnya tepat berada di bawah konstruksi rangka Sangga Ribut di bawah atap Bubungan Tinggi adalah Ruang Palidangan yang merupakan titik perpotongan poros-poros tersebut. Secara kosmologis maka disinilah bagian paling utama dari Rumah Banjar Bubungan Tinggi. Begitu pentingnya bagian ini cukup diwakili dengan penampilan Tawing Halat (dinding tengah) yang penuh ukiran-ukiran (Pohon Hayat) yang subur makmur. Tawing Halat menjadi fokus perhatian dan menjadi area yang terhormat. Tawang Halat melindungi area "dalam" yang merupakan titik pusat bangunan yaitu ruang Palidangan (Panampik Panangah).

Back to menu...>>

ReadmoreKALTIM


Posted by Blogger